AFU.id

Indeks Berita

Deep State dalam Kementerian PU, Dody Hanggodo Akui Sedang Berantas "Rayap" dan Kultur Lama

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo secara terbuka mengakui adanya "negara dalam negara" alias deep state di kementerian yang dipimpinnya. Ia mengibaratkan fenomena tersebut seperti rayap yang menggerogoti kayu dari dalam, tampak kokoh dari luar, tetapi ambrol saat digoyang. "Ya bagaimana saya harus mengatakan bahwa yang selama ini didengung-dengungkan oleh Pak Presiden Prabowo Subianto, ada deep state di Kementerian PU, memang ada," kata Dody dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, dipanta

Deep State dalam Kementerian PU, Dody Hanggodo Akui Sedang Berantas "Rayap" dan Kultur Lama

Diborgol dan Dikawal Brimob, Don Ritto Diserahkan ke Kejagung Bersama Emas dan Uang

Polda Metro Jaya menyerahkan tersangka kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Don Ritto, kepada Kejaksaan Agung, Jumat (17/7/2026). Pelimpahan tersebut turut disertai barang bukti berupa emas, uang, dan sejumlah dokumen. Don tiba di Gedung Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Jakarta Selatan, dengan mengenakan baju tahanan oranye dan masker hitam. Tangannya diborgol saat digiring dengan pengawalan ketat personel Brimob Polda Metro Jaya. Sebelum dibawa

Diborgol dan Dikawal Brimob, Don Ritto Diserahkan ke Kejagung Bersama Emas dan Uang

Rampok Warga Klaten dengan Parang, Sepasang Kekasih Diciduk Polisi

Pelarian sepasang kekasih yang terlibat dalam aksi perampokan terhadap seorang warga di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, berakhir di tangan kepolisian. Setelah sempat buron selama beberapa minggu, kedua terduga pelaku berhasil ditangkap di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedua pelaku masing-masing berinisial O (29) dan F (25). Kasatreskrim Polresta Klaten AKP Taufik Frida Mustofa mengonfirmasi penangkapan tersebut. Menurut Taufik, kedua pelaku sebenarnya telah diamankan beberapa hari

Rampok Warga Klaten dengan Parang, Sepasang Kekasih Diciduk Polisi

Kasus Santri Terbakar Mandek Berbulan-bulan, KPAI Ungkap Ada Mediasi Aparat dan Kemenag

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut proses hukum kasus dugaan pembakaran santri di Lombok Tengah sempat terhenti karena adanya mediasi antara pihak pesantren dan keluarga korban. Anggota KPAI Diyah Puspitarini mengatakan mediasi tersebut difasilitasi oleh aparat penegak hukum dan unsur Kementerian Agama setempat. “Jadi mandeknya kasus ini karena adanya mediasi yang difasilitasi aparat penegak hukum dan Kemenag wilayah setempat antara pihak pondok pesantren dengan keluarga korban,”

Kasus Santri Terbakar Mandek Berbulan-bulan, KPAI Ungkap Ada Mediasi Aparat dan Kemenag

Konflik Lahan Masyarakat Adat Terjadi di Tujuh Wilayah, Apa Pemicunya?

Klaim lahan yang belum melalui verifikasi dan belum adanya aturan khusus mengenai wilayah adat disebut menjadi pemicu konflik antara PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) dengan masyarakat adat di tujuh wilayah. Persoalan tersebut disampaikan Direktur Aset PTPN III Agung Setya Imam Effendi dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Badan Legislasi (Baleg) DPR yang membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat, Kamis kemarin. Agung mengatakan perusahaan menghadapi klaim atas lahan

Konflik Lahan Masyarakat Adat Terjadi di Tujuh Wilayah, Apa Pemicunya?

KPK Panggil Ketua dan Tiga Wakil Ketua DPRD Tulungagung di Kasus Gatut Sunu

Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil empat pimpinan DPRD Kabupaten Tulungagung untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan pemerasan yang menjerat Bupati nonaktif Gatut Sunu Wibowo. Mereka adalah Ketua DPRD Tulungagung Marsono serta tiga wakil ketua, yakni Abdulah Ali Munib, Ebin Sunaryo, dan Sabar. Pemeriksaan dijadwalkan berlangsung di Polda Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). “KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi atas nama MRS selaku Ketua DPRD Tulungagung, serta ABD, EBS, dan SB selaku Wakil

KPK Panggil Ketua dan Tiga Wakil Ketua DPRD Tulungagung di Kasus Gatut Sunu

Susno Pertanyakan Dasar Hukum Pengalihan Penanganan Kasus dari Kortastipidkor Polri ke Kejaksaan

Mantan Kabareskrim Polri Komjen (Purn) Susno Duadji mempertanyakan dasar hukum pengalihan penanganan perkara dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri kepada Kejaksaan Agung. Menurutnya, langkah tersebut menimbulkan tanda tanya karena dilakukan saat proses penyidikan dinilai belum sepenuhnya rampung. Pernyataan itu disampaikan Susno dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored. Ia menilai mekanisme yang terjadi bukanlah pelimpahan perkara sebagaimana lazim

Susno Pertanyakan Dasar Hukum Pengalihan Penanganan Kasus dari Kortastipidkor Polri ke Kejaksaan

Status Febrie Berubah-ubah, Politikus PDIP Guntur Romli Curigai Barter Kasus Kejagung-Polri

Politikus PDI Perjuangan Mohamad Guntur Romli mencurigai adanya kompromi hingga praktik barter kasus antara Polri dan Kejaksaan Agung setelah status hukum mantan Jampidsus Febrie Adriansyah sempat berubah dalam satu hari. Guntur menyoroti Febrie yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polri, tetapi kemudian sempat disebut sebagai saksi setelah penanganan tiga perkara dialihkan kepada Kejagung. “Sampai ada ‘barter kasus’ antara Kepolisian dan Kejaksaan? Siapa yang melindungi Febrie,

Status Febrie Berubah-ubah, Politikus PDIP Guntur Romli Curigai Barter Kasus Kejagung-Polri

Profil Gus Rozin, Putra KH Sahal Mahfudh yang Siap Bertarung di Muktamar PBNU 2026

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi organisasi tersebut akan memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031. Menjelang pelaksanaan Muktamar, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Menurut Gus Rozin, pencalonan tersebut buk

Profil Gus Rozin, Putra KH Sahal Mahfudh yang Siap Bertarung di Muktamar PBNU 2026

Sebelum Suami Dibunuh, Istri Bos Bengkel Pamer Pria TikTok yang Mengaku TNI

IF (61), tersangka yang diduga merencanakan pembunuhan suaminya, Eddy Yono Subagyo (67), sempat memamerkan pria kenalannya dari TikTok kepada sejumlah tetangga sebelum pembunuhan terjadi. Tetangga korban bernama Taufik mengatakan IF mengaku pria berinisial AR (51) tersebut merupakan anggota TNI. IF bahkan menunjukkan foto AR, meski wajah pria itu tidak terlihat jelas. “Dengan bangganya cerita katanya yang laki-laki mengaku TNI. Saya sudah ingatkan, sudah tua, almarhum lebih baik orangnya,” kata

Sebelum Suami Dibunuh, Istri Bos Bengkel Pamer Pria TikTok yang Mengaku TNI