AFU.id

Indeks Berita

Diberhentikan Sementara Sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima Separuh Gaji Pokok

Separuh gaji pokok dipastikan masih dibayarkan negara kepada eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Mantan pejabat tinggi kejaksaan tersebut kini telah diberhentikan secara sementara akibat terjerat masalah hukum. Keputusan ini sekaligus melucuti seluruh kewenangan dan hak tunjangan kepegawaiannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). "Enggak ada kewenangan sama sekali. Hanya dia memperoleh gaji separuhnya, 50 persen," kata Anang di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta

Diberhentikan Sementara Sebagai Jaksa, Febrie Adriansyah Masih Terima Separuh Gaji Pokok

Daftar 7 Orang Terkaya di Indonesia Agustus 2026, Raja Batu Bara Masih di Puncak

Majalah bisnis global Forbes kembali merilis pembaruan Forbes Billionaires List, daftar tahunan yang memuat miliarder dunia berdasarkan estimasi kekayaan bersih mereka. Dalam pembaruan awal Agustus 2026, tujuh nama konglomerat Indonesia kembali menghuni jajaran teratas dengan bisnis yang tersebar di sektor pertambangan, petrokimia, perbankan, hingga pusat data. Nilai kekayaan para taipan tersebut terus berubah mengikuti pergerakan harga saham, valuasi perusahaan, dan kondisi pasar global. Posisi

Daftar 7 Orang Terkaya di Indonesia Agustus 2026, Raja Batu Bara Masih di Puncak

Polisi Gagalkan Peredaran 46 Juta Obat Keras Ilegal, Gudang di Jakarta Timur Digerebek

Polisi menggagalkan peredaran sekitar 46 juta butir obat keras daftar G ilegal yang akan diedarkan ke sejumlah wilayah di Jabodetabek dan Jawa Barat. Pengungkapan kasus ini bermula dari penangkapan sebuah mobil boks yang mengangkut obat-obatan tanpa izin edar, sebelum akhirnya polisi menggerebek sebuah gudang di Jakarta Timur. Dua orang berinisial F dan A ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. Kapolsek Serpong Kompol Suhardono mengatakan, pengungkapan kasus berawal dari informasi m

Polisi Gagalkan Peredaran 46 Juta Obat Keras Ilegal, Gudang di Jakarta Timur Digerebek

Potret Ekosistem K3 Nasional: Angka Kecelakaan Tinggi, 1 Pengawas untuk 3.800 Perusahaan

Ekosistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) nasional masih menjadi permasalah pelik hingga kini. Angka kecelakaan kerja masih sangat tinggi, bahkan mencapai ratusan ribu sepanjang 2025. Belum lagi rasio pengawas ketenagakerjaan dengan jumlah perusahaan yang mencapai 1 banding 3.800. Data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat 312.224 klaim kecelakaan kerja pada tahun kemarin. Kemudian 158 klaim penyakit akibat kerja (PAK) dan sebanyak 9.834 kasus meninggal dunia. A

Potret Ekosistem K3 Nasional: Angka Kecelakaan Tinggi, 1 Pengawas untuk 3.800 Perusahaan

60 Persen Saham KCIC Bakal Beralih ke Kemenkeu, Bagaimana Nasib Utang Whoosh?

JAKARTA - Pemerintah akan mengalihkan 60 persen saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan proses penyerahan pengelolaan KCIC dari Danantara ke Kemenkeu ditargetkan rampung pada pertengahan September 2026. "Jadi, pembahasan yang pertama adalah kereta api cepat Jakarta-Bandung, ini kan diserahkan dari Danant

60 Persen Saham KCIC Bakal Beralih ke Kemenkeu, Bagaimana Nasib Utang Whoosh?

Adik Kandung Diduga Dalangi Penembakan Pengusaha di Singkawang, Bayar Eksekutor Rp90 Juta

Polisi mengungkap fakta baru dalam kasus penembakan yang menewaskan pengusaha Cung Su Liat alias Aliat (55) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Hingga Rabu (5/8/2026), tiga orang telah diamankan, termasuk adik kandung korban, TSP alias Aphin, yang diduga menjadi otak pembunuhan berencana tersebut. Polisi juga mengungkap eksekutor mengaku menerima bayaran sekitar Rp90 juta untuk menghabisi nyawa korban. Peristiwa itu terjadi di halaman rumah korban di Jalan Tanjung Batu Dalam Kopisan, Kelurahan

Adik Kandung Diduga Dalangi Penembakan Pengusaha di Singkawang, Bayar Eksekutor Rp90 Juta

Kronologi Bentrok Suporter Usai Persebaya vs Arema di Sidoarjo, Dipicu Petasan hingga Saling Lempar Helm dan Batu

Polisi mengungkap kronologi keributan yang terjadi usai laga semifinal Piala Presiden 2026 antara Persebaya Surabaya dan Arema FC di kawasan Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (4/8/2026) malam. Insiden di depan Warkop Sendok Gula itu dipicu ulah sekelompok pengendara motor yang menyalakan petasan hingga memancing bentrokan dengan warga sekitar. Kapolsek Buduran Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat sek

Kronologi Bentrok Suporter Usai Persebaya vs Arema di Sidoarjo, Dipicu Petasan hingga Saling Lempar Helm dan Batu

Sulit Angkut Jasad Utuh, Saepul Mutilasi Korban untuk Hilangkan Jejak

Polisi menangkap Saepul, 26 tahun, setelah mengungkap identitas jasad pria tanpa kaki yang sebelumnya ditemukan di dalam karung di lahan kosong Pancoran Mas, Kota Depok. Korban diketahui bernama Kunaefi, 51 tahun, yang dilaporkan hilang oleh istrinya setelah bertemu pelaku di sebuah kontrakan. Saepul ditangkap saat bersembunyi di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada 05/08/26. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan korban dan pelaku awalnya berkenalan melalui media sosial. Ked

Sulit Angkut Jasad Utuh, Saepul Mutilasi Korban untuk Hilangkan Jejak

Geber Motor Jadi Pemantik Tawuran, 6 Orang dan 9 Senjata Tajam Diamankan

Aksi menggeber sepeda motor saat warga memasang umbul-umbul kemerdekaan memicu tawuran antarkelompok remaja di Ciputat, Tangerang Selatan. Keributan kemudian meluas setelah kedua kelompok saling menantang melalui media sosial. Polisi mengamankan enam orang dan menyita sembilan senjata tajam dalam penyisiran setelah kejadian. Tawuran terjadi antara kelompok remaja dari Gang Nurul Huda dan Gang Swadaya pada 02/08/26 sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, warga Gang Swadaya sedang memasang umbul-umbul

Geber Motor Jadi Pemantik Tawuran, 6 Orang dan 9 Senjata Tajam Diamankan

Terindikasi Main Judi Online, Hampir 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Hampir 1,5 juta penerima bantuan sosial (bansos) terindikasi terlibat judi online. Kementerian Sosial (Kemensos) menahan penyaluran bantuan tersebut, sambil melakukan pendalaman dan pemutakhiran data penerima. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, penerima bansos yang terbukti menggunakan bantuan untuk berjudi dapat dianggap tidak lagi memenuhi kriteria sebagai keluarga penerima manfaat. “Mungkin mereka sudah tidak memenuhi kriteria ya untuk menerima bansos, buktinya

Terindikasi Main Judi Online, Hampir 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya