AFU.id

Indeks Berita

105 Ribu Pikap India Telanjur Mendarat, Siapa Meraup Untung di Proyek Rp24,6 T

Dermaga Pelabuhan Tanjung Priok menjadi panggung awal polemik besar. Sebanyak 1.200 unit mobil pikap asal India resmi tiba di Indonesia. Ini bukan pengiriman biasa. Ini pembuka jalan proyek raksasa pengadaan 105 ribu armada operasional Koperasi Desa Merah Putih. Nilai kontraknya? Fantastis: Rp24,66 triliun. PT Agrinas Pangan Nusantara mengunci kesepakatan impor completely built up (CBU) dengan dua raksasa otomotif India: 35.000 unit Scorpio Pick-Up dari Mahindra & Mahindra, serta 70.000 unit dar

105 Ribu Pikap India Telanjur Mendarat, Siapa Meraup Untung di Proyek Rp24,6 T

Kartel Menggila, WNI Terjebak? DPR Desak Evakuasi dari Jalisco Sekarang!

Situasi keamanan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko, kian mencekam pasca tewasnya bos kartel Cartel de Jalisco Nueva Generation (CJNG), Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias “El Mencho”. Di tengah baku tembak antara militer dan kelompok bersenjata, sebanyak 45 warga negara Indonesia (WNI) tercatat berada di wilayah tersebut. Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, mendesak pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk segera mengambil langkah konkret demi menjamin keselamatan WNI. “Kondi

Kartel Menggila, WNI Terjebak? DPR Desak Evakuasi dari Jalisco Sekarang!

Jangan Coba Main Api! KPK Pantau Mobil Pikap India untuk Kopdes

Pengadaan mobil operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dari India mulai masuk radar Komisi Pemberantasan Korupsi. Belum ada palu penyelidikan. Belum ada tersangka. Tapi alarm pencegahan sudah dinyalakan. Ketua KPK Setyo Budiyanto menegaskan, pemerintah pusat telah merespons polemik impor kendaraan tersebut. Namun, lembaga antirasuah tidak tinggal diam. “Selama itu masih sifatnya potensi, kami punya yang namanya asesmen risiko korupsi atau Risk Corruption Assessment (RCA),” kata Setyo, Se

Jangan Coba Main Api! KPK Pantau Mobil Pikap India untuk Kopdes

Desas Desus di MK, Prabowo Sudah Bahas Calon Wakil Presiden 2029

Ruang Mahkamah Konstitusi kembali riuh. Bukan karena putusan besar, melainkan karena proses masuknya Adies Kadir sebagai hakim konstitusi yang memantik gelombang tanya. Di lorong-lorong hukum tata negara, desas-desus beredar: komposisi hakim sedang diatur, dan 2029 sudah mulai dibicarakan. Dalam Podcast Madilog Forum Keadilan, jurnalis senior Margi Syarif mengulik kontroversi itu bersama pakar hukum tata negara, Feri Amsari. Bagi Feri, problemnya bukan sekadar figur, tetapi proses. Ia menilai ta

Desas Desus di MK, Prabowo Sudah Bahas Calon Wakil Presiden 2029

Duit Rakyat Rp1.000 Triliun: Siapa Main Api di Dapur BPJS?

Uangnya bukan receh. Bukan juga uang warisan. Ini duit rakyat—ratusan hingga nyaris seribu triliun rupiah—yang setiap bulan dipotong dari keringat buruh, iuran pegawai, sampai subsidi negara. Di panggung Akbar Faizal Uncensored, angka-angka itu terdengar seperti alarm: nyaring, bikin jantung deg-degan. Bersama Abdul Gofur—calon Dewas & Direksi BPJS—dan Timboel Siregar dari BPJS Watch, diskusi mengalir panas. Topiknya satu: siapa yang pantas menjaga brankas jumbo itu, dan siapa yang sedang coba-c

Duit Rakyat Rp1.000 Triliun: Siapa Main Api di Dapur BPJS?

Lolos Terus, Tiba-Tiba Tersandung: Siapa Main di Balik Pansel BPJS?

Panggung diskusi Akbar Faizal Uncensored kembali memanas. Kali ini, sorotan mengarah pada proses seleksi Dewan Pengawas (Dewas) dan Direksi BPJS yang disebut-sebut tak seterang slogan “transparansi” yang sering digaungkan. Di hadapan publik, Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, membuka satu nama yang mendadak jadi tanda tanya: Subianto—mantan anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dua periode. Menurut Timboel, sosok ini selama dua kali seleksi sebelumnya selalu lolos administr

Lolos Terus, Tiba-Tiba Tersandung: Siapa Main di Balik Pansel BPJS?

“Layak atau Lolos?” Goyang Kursi Dewas BPJS di Meja Akbar Faizal

Ruang diskusi itu panas, bukan karena lampu studio, tapi karena angka yang melayang: Rp1.000 triliun. Di kanal Akbar Faizal Uncensored, perbincangan soal calon Dewan Pengawas dan Direksi BPJS berubah jadi adu argumentasi yang telanjang—tentang kelayakan, rekam jejak, dan transparansi. Host Akbar Faizal tak memberi karpet empuk. Ia menekan langsung: dari sepuluh nama yang beredar, siapa yang layak mengawasi dana jumbo itu? Abdul Gofur—calon Dewas BPJS Kesehatan—tak mengunyah kata. Ia menyebut dua

“Layak atau Lolos?” Goyang Kursi Dewas BPJS di Meja Akbar Faizal

BPJS, Partai, dan Rp1.000 Triliun: Siapa Main, Siapa Aman?

Ruang diskusi itu mendidih pelan. Di kanal Akbar Faizal Uncensored, isu yang disentil bukan receh: kursi Dewan Pengawas dan Direksi BPJS, dengan dana kelolaan yang disebut-sebut menyentuh Rp900 triliun di BPJS Ketenagakerjaan dan sekitar Rp200 triliun di BPJS Kesehatan. Uangnya rakyat. Taruhannya jutaan nasib. Hadir dalam perbincangan itu Abdul Gofur—calon Dewas/Direksi yang tak lolos seleksi—dan Timboel Siregar, Koordinator Advokasi BPJS Watch. Nama-nama yang sudah dipilih Komisi IX DPR pun dib

BPJS, Partai, dan Rp1.000 Triliun: Siapa Main, Siapa Aman?

Gugat Dewas BPJS, Duit Rakyat 1.000 Triliun Jadi Taruhannya

Panggung Akbar Faizal Uncensored kembali panas. Kali ini bukan sekadar debat wacana, melainkan gugatan serius terhadap proses seleksi Dewan Pengawas dan Direksi BPJS. Duit rakyat disebut-sebut jadi pertaruhan: hampir Rp1.000 triliun dana publik yang dikelola dua raksasa jaminan sosial, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Host forum itu, Akbar Faizal, membuka diskusi dengan nada tajam. Jabatan, katanya, adalah mandat. Kemuliaannya justru diuji saat seseorang mengurus hajat hidup orang banyak

Gugat Dewas BPJS, Duit Rakyat 1.000 Triliun Jadi Taruhannya

Gila! Demi Impor 105.000 Pickup India untuk Kopdes, Pemerintah Berutang dengan Cicilan Rp40 T/Tahun

Pemerintah mengungkapkan skema pembiayaan impor 105.000 mobil pickup dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pembiayaan program tersebut bersumber dari pinjaman perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Impor kendaraan tersebut dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara dan akan direalisasikan secara bertahap hingga akhir 2026. Purbaya menjelaskan, Kopdes Merah Putih meminjam dana dari bank-bank Himbara. Sementara it

Gila! Demi Impor 105.000 Pickup India untuk Kopdes, Pemerintah Berutang dengan Cicilan Rp40 T/Tahun