AFU.id

Indeks Berita

Ahli di Sidang Praperadilan Yaqut: Pimpinan KPK Kini Tak Punya Wewenang Penyidik

Ahli Hukum Administrasi Negara, Dr. Oce Madril, menilai tindakan hukum pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) patut dipertanyakan keabsahannya usai kehilangan wewenang atributif sebagai penyidik dan penuntut umum pada sidang praperadilan Yaqut Cholil Qoumas, Kamis, 5 Maret 2026. "Efeknya berarti dia tidak punya lagi status penyidik dan penuntut umum," ujar Oce saat memberikan keterangan ahli di persidangan, Kamis, 5 Maret 2026. Hilangnya kewenangan krusial tersebut merupakan imbas langsung

Ahli di Sidang Praperadilan Yaqut: Pimpinan KPK Kini Tak Punya Wewenang Penyidik

Wakil Ketua MPR: Negara OKI Harus Bersatu Hadapi Skenario Adu Domba 'Israel Raya'

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mengecam keras aksi serangan yang menyasar target sipil dan objek ekonomi vital di kawasan Timur Tengah. HNW mengingatkan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mewaspadai skenario adu domba yang berpotensi memperluas eskalasi konflik di wilayah tersebut. HNW menyoroti serangan terhadap fasilitas ekonomi penting, seperti kilang Ras Tanura milik Aramco di Arab Saudi dan produksi LNG Qatar Energy. Selain itu, ia menyesalkan jatuhnya korban

Wakil Ketua MPR: Negara OKI Harus Bersatu Hadapi Skenario Adu Domba 'Israel Raya'

KPK Ungkap Tangkap Bupati Pekalongan Saat Isi Daya Mobil Listrik di Semarang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengunhkapkan lembaganya menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAH) saat sedang mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Semarang pada 4 Maret 2026. Penangkapan tersebut dilakukan setelah penyidik mengidentifikasi jenis dan nomor kendaraan yang digunakan oleh tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa tersebut. "Ini karena mobilnya mobil listrik, dia sedang ngecharge. Jadi teman-teman penyidik dan penyelid

KPK Ungkap Tangkap Bupati Pekalongan Saat Isi Daya Mobil Listrik di Semarang

Ditetapkan Tersangka, Bupati Pekalongan Sempat Ngaku Tak Paham Hukum karena Pedangdut

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq (FAH) yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing Pemkab Pekalongan berdalih tidak memahami hukum dan tata kelola pemerintahan daerah karena memiliki latar belakang sebagai musisi dangdut. Dalam pemeriksaan intensif oleh KPK, tersangka mengaku menyerahkan seluruh urusan teknis birokrasi pemerintahan kepada Sekretaris Daerah (Sekda). "Bupati menerangkan bahwa dirinya berlatar belakang sebagai musisi dangdut, bukan seorang

Ditetapkan Tersangka, Bupati Pekalongan Sempat Ngaku Tak Paham Hukum karena Pedangdut

Empat Sekring Menuju Perang Dunia: Membaca Iran, Trump, dan Posisi Indonesia

Di kanal Akbar Faizal Uncensored, diskusi antara Akbar Faizal dan Andi Widjajanto bergerak makin dalam. Dari soal rudal dan interseptor, pembicaraan melompat ke minyak, hegemoni, hingga peluang—atau ancaman—Perang Dunia Ketiga. Semua kembali ke satu kata: energi. Venezuela disebut memiliki cadangan sekitar 330 miliar barel. Secara angka, hampir sepadan dengan Iran. Namun Andi mengingatkan, menguasai cadangan minyak bukan perkara angka. Stabilitas politik adalah variabel penentu. Perusahaan energ

Empat Sekring Menuju Perang Dunia: Membaca Iran, Trump, dan Posisi Indonesia

Strategi Menguras Ekonomi Lawan dari Iran

Dalam episode terbaru Akbar Faizal Uncensored, jurnalis senior Akbar Faizal berbincang panjang dengan Andi Widjajanto, mantan Gubernur Lemhannas dan eks Menseskab, membedah dinamika konflik Iran–Israel serta peran kekuatan besar dunia di baliknya. Diskusi mengalir dari satu pertanyaan kunci: benarkah Iran unggul secara militer dalam eskalasi 2025? Atau ada variabel lain yang luput dari perhatian publik? Kekuatan Persenjataan dan Strategi Asimetrik Menurut Andi Widjajanto, persepsi bahwa Iran “me

Strategi Menguras Ekonomi Lawan dari Iran

Sekuat Apa Iran? Andi Widjajanto: Jangan Lihat Senjata, tapi Lihat Ideologinya

Di sebuah studio yang lampunya temaram namun hangat, diskusi di kanal Akbar Faizal Uncensored mengalir tanpa jeda. Pertanyaan yang dilempar bukan soal rudal semata, tetapi tentang daya tahan sebuah bangsa yang selama hampir setengah abad hidup dalam tekanan. Akbar Faizal membuka dengan kegelisahan yang kerap berseliweran di ruang publik: benarkah Iran sekuat yang dibayangkan? Benarkah negeri itu, yang dibelit embargo dan sanksi sejak Revolusi 1979, masih menyimpan “kejutan” berupa sistem persenj

Sekuat Apa Iran? Andi Widjajanto: Jangan Lihat Senjata, tapi Lihat Ideologinya

Di Antara Jammer dan Martir: Membaca Perang Asimetrik dari Ruang Diskusi AFU

Lampu studio menyala tenang. Di meja perbincangan Akbar Faizal Uncensored, suara tak lagi meninggi, tapi isi pembicaraan menukik tajam. Perang tak selalu tentang tank berderap atau pasukan memanggul senjata. Di layar televisi dan linimasa internet, yang terlihat justru ledakan dari langit, titik-titik cahaya yang dipandu satelit, dan kota-kota yang lumpuh oleh gangguan elektronik. Bersama Andi Widjajanto, diskusi bergerak ke satu istilah kunci: perang asimetrik. “Kalau simetris, cepat selesai,”

Di Antara Jammer dan Martir: Membaca Perang Asimetrik dari Ruang Diskusi AFU

Konflik AS–Iran Jadi Perang Dunia III? Andi Widjajanto: Peluangnya 15-25 Persen

Studio itu tenang, tapi pembahasannya tidak. Di tengah gemuruh kabar serangan rudal dan dentuman intersepsi yang memantul di langit Timur Tengah, Akbar Faizal Uncensored menghadirkan satu diskusi yang mencoba menjernihkan kabut: ke mana arah perang ini, dan berapa lama Iran bisa bertahan? “Benar kata Raidalio, tatanan dunia telah runtuh,” buka Akbar Faizal. Organisasi-organisasi global yang selama ini mengklaim diri sebagai penjaga keteraturan internasional, menurutnya, kian kehilangan daya ceng

Konflik AS–Iran Jadi Perang Dunia III? Andi Widjajanto: Peluangnya 15-25 Persen

Status OTT Pekalongan Naik Penyidikan, KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menaikkan status penanganan perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Pekalongan ke tahap penyidikan dan menetapkan sejumlah tersangka pada Rabu, 4 Maret 2026. "Dalam lanjutan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Pekalongan ini, malam tadi sudah dilakukan ekspose, dan perkara ini dinyatakan naik ke tahap penyidikan," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo kepada wartawan. Langkah hukum tersebut diambil usai tim penyidik mengantongi kecukupan ala

Status OTT Pekalongan Naik Penyidikan, KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka