AFU.id

Indeks Berita

Terlibat Jaringan Koko Erwin, Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka TPPU

Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri terus mendalami dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan jaringan bandar narkoba Erwin Iskandar alias Koko Erwin. Penyidik melakukan pemeriksaan intensif terhadap mantan Kapolres Bima Kota Didik Putra Kuncoro, mantan Kasat Narkoba Polres Bima Malaungi, dan bendahara koordinator jaringan, Ais Setiawati. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa pemeriksaan ini

Terlibat Jaringan Koko Erwin, Eks Kapolres Bima Kota Jadi Tersangka TPPU

Rumah Terbakar Saat Renovasi, Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengabarkan Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Haerul Saleh meninggal dunia usai rumahnya mengalami musibah kebakaran. "Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh," kata Mentan Amran dalam pernyataan di Jakarta, Jumat. Mentan menjadi salah satu pelayat pertama sekaligus turut mengantar jenazah ke ambulans Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indon

Rumah Terbakar Saat Renovasi, Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal

Jurus Purbaya Stabilkan Rupiah yang Sedang Sekarat

Indonesia mencatat modal asing yang keluar atau capital outflow dari pasar Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 11,7 triliun secara year-to-date. Sementara itu berdasarkan data Trading Economics, imbal hasil obligasi 10 tahun Indonesia turun menjadi 6,70 persen pada 6 Mei 2026 setelah sebelumnya sempat mencapai level 6,96 persen pada April 2026. Ini merupakan alarm bahaya bagi nilai tukar rupiah hingga ekonomi nasional ke depan. Untuk itu, pemerintah perlu melakukan intervensi konkret untuk m

5 media, Cenderung kanan
Jurus Purbaya Stabilkan Rupiah yang Sedang Sekarat

Darurat Pelecehan Seksual, Skandal Ciawi-Pati Bukti Gagalnya Pengawasan Pendidikan

Dunia pendidikan Indonesia kembali diguncang skandal memilukan setelah belasan santri laki-laki di sebuah pondok pesantren di Ciawi, Bogor, diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum pengajar, menyusul kasus serupa yang melibatkan puluhan santriwati di Pati, Jawa Tengah. Rentetan tragedi ini memicu reaksi keras dari DPR RI yang menyebut situasi pendidikan nasional saat ini telah memasuki status alarm darurat kekerasan seksual yang harus segera dibongkar hingga ke akarnya. Di Kabupaten Bo

Darurat Pelecehan Seksual, Skandal Ciawi-Pati Bukti Gagalnya Pengawasan Pendidikan

Pakai Doktrin 'Seks Lunturkan Penyakit', Kiai Cabul Ashari Gilir Santriwati Sejak 2008

Tembok suci Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati menyimpan rahasia kelam kebiadaban seorang pengasuh sekaligus pendiri ponpes, Ashari (AS) yang secara sadis menggilir puluhan santriwati setiap malam sejak tahun 2008. Kekejian sistematis berkedok agama tersebut dibiarkan menggurita hingga mengakibatkan kehamilan sejumlah santriwati di bawah umur yang berujung pada tindakan aborsi dan perkawinan paksa sesama santri. Fakta mengerikan itu dibongkar oleh pekerja bangunan berinisial KS yang menjadi

Pakai Doktrin 'Seks Lunturkan Penyakit', Kiai Cabul Ashari Gilir Santriwati Sejak 2008

Korupsi Proyek Jalan Sumut Diusut Lagi, Dua Saksi Mangkir dari Panggilan KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI mendalami pengadaan barang dan jasa di lingkungan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah Sumatera Utara, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Sumut. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan KPK mendalami hal tersebut dengan memeriksa 12 saksi pada 6 Mei 2026. “Penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait pengadaan barang dan jasa di BBPJN dan Dinas PUPR Sumut,” ujar Budi kepada para jurnalis di Jakarta, Jumat, (8/5/26). Dia

Korupsi Proyek Jalan Sumut Diusut Lagi, Dua Saksi Mangkir dari Panggilan KPK

AS dan Iran Sepakat Damai, Akankah Rupiah Terus Menguat ke Posisi Rp17.333?

Meredanya ancaman eskalasi nuklir dan blokade laut di kawasan Timur Tengah kini menjadi penyelamat tak terduga bagi nilai tukar domestik dari tekanan hegemoni mata uang Amerika Serikat. "Pasar menyambut positif peluang damai," kata Analis ICDX Muhammad Amru Syifa di Jakarta, Kamis (8/5/2026). Katalis geopolitik tersebut secara analitis berhasil menarik laju rupiah naik 54 poin atau 0,31 persen hingga ditutup kokoh pada level Rp17.333 per dolar AS. "Penurunan permintaan terhadap dolar AS," urai A

AS dan Iran Sepakat Damai, Akankah Rupiah Terus Menguat ke Posisi Rp17.333?

Masa Inkubasi Enam Hari, WHO Pastikan Penyebaran Virushanta Kecil

Kesehatan Dunia (WHO) memastikan risiko penyebaran hantavirus rendah. Kemungkinan kasus baru bisa muncul, karena masa inkubasi virus ini berlangsung selama enam hari. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, tidak ada risiko bagi penduduk Kepulauan Canary terkait kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang akan tiba di Canary dalam beberapa hari. “Kapal saat ini berlayar menuju Kepulauan Canary. Kami yakin Spanyol memiliki kapasitas untuk mengelola risiko ini, dan WHO me

Masa Inkubasi Enam Hari, WHO Pastikan Penyebaran Virushanta Kecil

Kasus Pencabulan 50 Santriwati, Izin Pesantren Pati Dicabut

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mendesak polisi untuk mempercepat proses penyidikan kasus kekerasan seksual terhadap santriwati di pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pascapenangkapan tersangka pimpinan pesantren berinisial AS. "Apresiasi kami sampaikan kepada Polda Jawa Tengah dan Polresta Pati yang telah mengamankan tersangka setelah sebelumnya beberapa kali mangkir dari panggilan penyidik dan berupaya melarikan diri," kata Menteri PPPA Arifah Fau

Kasus Pencabulan 50 Santriwati, Izin Pesantren Pati Dicabut

Eks Ajudan Prabowo Gantikan Yudi Abrimantyo Jadi Kepala Bais TNI

Letjen TNI Robi Herbawan ditunjuk menjadi Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI. Robi menggantikan Letjen TNI Yudi Abrimantyo yang sebelumnya mengundurkan diri dari jabatan tersebut. Penunjukan Robi menjadi perhatian karena ia pernah menjadi ajudan Prabowo Subianto pada 1995 hingga 1998. Saat itu, Prabowo menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus. Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait membenarkan penunju

Eks Ajudan Prabowo Gantikan Yudi Abrimantyo Jadi Kepala Bais TNI