JAKARTA, AFU.ID — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Agustus 2026 di Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Forum tertinggi organisasi tersebut akan memilih Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031. Menjelang pelaksanaan Muktamar, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Menurut Gus Rozin, pencalonan tersebut bukan untuk mempertajam persaingan antartokoh, melainkan menghadirkan gagasan bagi kemajuan organisasi. "Kita tidak usah mengulik tokoh-tokoh yang berkontestasi. Kita mencoba mengurai masalah yang ada," ujar Gus Rozin. Selain menyampaikan pencalonannya, Ia juga memohon doa dan dukungan kepada para Ketua PCNU se-Jawa Tengah. Menueutnya, langkah tersebut penting karena perjalanan pengabdiannya di NU berangkat dari Jawa Tengah.
Dengan masuknya nama Gus Rozin, kontestasi menuju kursi Ketua Umum PBNU semakin menghangat. Selain petahana KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), bursa calon juga diisi Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf), Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif KH Abdussalam Shohib (Gus Salam), hingga Menteri Agama KH Nasaruddin Umar.
Profil Gus Rozin
KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin merupakan putra almarhum KH MA Sahal Mahfudh, Rais 'Aam PBNU periode 1999-2014 sekaligus mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan Nyai Hj Nafisah Sahal yang pernah menjabat Mustasyar PBNU dan Ketua Muslimat NU Jawa Tengah. Gus Rozin tumbuh dan menempuh pendidikan dasar di lingkungan pesantren Kajen, Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Perjalanan pendidikan Gus Rozin dimulai di Perguruan Islam Mathali'ul Falah (PIM) Kajen, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah hingga Madrasah Aliyah. Setelah lulus pada 1995, ia melanjutkan pendidikan di Pesantren Fathul Ulum Kwagean, Kediri, sebelum meneruskan studi di Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Aqidah Jakarta. Ia kemudian meraih gelar Master of Education (M.Ed.) bidang Manajemen Pendidikan dari Monash University, Australia, pada 2004. Pada 2023, ia menyelesaikan pendidikan doktor di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang.
Karier organisasi Gus Rozin di lingkungan Nahdlatul Ulama dimulai sejak aktif di Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) pada 1998-2001. Ia kemudian menjadi Pengurus Departemen Hubungan Luar Negeri PP Gerakan Pemuda Ansor pada 2000-2004, Wakil Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif PBNU pada 2010-2013, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PWNU Jawa Tengah pada 2013-2015, Ketua RMI PBNU pada 2015-2021, Katib Syuriyah PBNU periode 2022-2027, hingga dipercaya menjabat Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah masa khidmat 2024-2029.
Di luar kiprahnya di Nahdlatul Ulama, Gus Rozin juga dipercaya mengemban sejumlah jabatan di tingkat nasional. Ia pernah menjadi Anggota Dewan Ketahanan Pangan Nasional periode 2017-2020, Staf Khusus Presiden RI Bidang Keagamaan Dalam Negeri pada 2017-2019, dan Anggota Tim Komunikasi Sosial Kementerian Sekretariat Negara pada 2019. Untuk saat ini, Gus Rozin masih menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Dewan Pakar Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Dewan Pengarah Badan Arbitrase Syariah Nasional (Basyarnas), dan Ketua Majelis Masyayikh Pesantren Indonesia. (RAI)