AFU.id

Indeks Berita

Tuntut Reformasi Pendidikan Kedokteran, MGBKI: Internship Bukan Mekanisme Penyedia Tenaga Murah

Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) menegaskan pentingnya mengembalikan tugas magang atau internship dokter sebagai proses pendidikan profesi, bukan mekanisme penyediaan tenaga kerja murah. "Tugas internship dokter muda itu harus dikembalikan sebagai proses pendidikan profesi, bukan mekanisme penyediaan tenaga murah. Standar input itu harus ketat kalau kita bicara ke kualitas. Prosesnya harus manusiawi dan evaluasinya harus jujur," kata Ketua MGBKI Budi Iman Santoso dalam konferensi

Tuntut Reformasi Pendidikan Kedokteran, MGBKI: Internship Bukan Mekanisme Penyedia Tenaga Murah

Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jika BBM Subsisi tak Naik, MBG dan Kopdes Disarankan Ditunda

Kondisi geopolitik yang masih juga belum stabil, dan penguatan dolar AS terhadap mata uang dunia, membuat rupiah diperkirakan akan semakin terpuruk. Pengamat menilai, dalam pekan-pekan ini, rupiah bisa menembus angka Rp17.550 per dolar AS. "Kalau rupiah sendiri, kemungkinan besar dalam perdagangan di minggu depan itu di 17.550, penyebabnya ada beberapa faktor, yang paling utama adalah geopolitik, tapi masih ada perpolitikan di Amerika, perang dagang, kebijakan bank sentral, dan supply dan demand

14 media, Cenderung netral
Rupiah Diprediksi Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Jika BBM Subsisi tak Naik, MBG dan Kopdes Disarankan Ditunda

Ditopang Nikel dan Sawit, Ekspor Indonesia masih Tumbuh di Tengah Kemelut Ekonomi Global

Kinerja ekspor Indonesia mencatatkan awal yang positif pada tahun 2026. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai ekspor sepanjang Januari-Februari 2026 menyentuh angka US$ 44,32 miliar atau setara Rp 768,26 Triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,19% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sebesar US$ 43,37 miliar. Meskipun dunia tengah dibayangi ketidakpastian geopolitik, Indonesia masih mampu mengandalkan komoditas berbasis s

Ditopang Nikel dan Sawit, Ekspor Indonesia masih Tumbuh di Tengah Kemelut Ekonomi Global

Hasan Wirajuda: Indonesia Bebas Bergaul Global, Tapi Jangan Kehilangan Jangkar ASEAN

Percakapan di kanal Akbar Faizal Uncensored mengalir tenang, tapi isinya padat dan menohok. Mantan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda membuka satu gagasan yang terasa relevan di tengah riuh geopolitik hari ini: Indonesia boleh ke mana saja, tapi tidak boleh kehilangan arah. Menjawab pertanyaan Akbar Faizal soal intensitas komunikasi Presiden Prabowo Subianto dengan berbagai negara, termasuk di luar blok BRICS, Hasan menegaskan satu hal: tidak ada yang perlu tersinggung. Dunia sudah tahu Indones

Hasan Wirajuda: Indonesia Bebas Bergaul Global, Tapi Jangan Kehilangan Jangkar ASEAN

China, Amerika, dan Laut Cina Selatan: Di Antara Kecurigaan dan Menahan Diri

Percakapan di kanal Akbar Faizal Uncensored itu tidak dimulai dengan jawaban, tapi dengan kegelisahan. Akbar Faizal membuka diskusi dengan nada curiga—tentang dunia yang terasa makin mirip, bahkan di antara dua kekuatan yang sering diposisikan berseberangan: Amerika Serikat dan China. “Kalau dilihat dari cara berpikir di Timur Tengah,” kira-kira begitu kegelisahannya, “bukankah China juga mulai menyerupai Amerika?” Kekuatan militer, pengaruh di forum global seperti PBB, hingga kemampuan memainka

China, Amerika, dan Laut Cina Selatan: Di Antara Kecurigaan dan Menahan Diri

Laut Kita Terbuka, Tapi Pengawasan Belum Sempurna

Percakapan di kanal Akbar Faizal Uncensored tiba-tiba berubah arah—dari sekadar diskusi menjadi semacam peta besar tentang kedaulatan yang tak sepenuhnya bisa dikendalikan. Akbar Faizal menekan satu titik penting: apakah Indonesia benar-benar aman di jalur lautnya sendiri? Di hadapannya, Hassan Wirajuda tidak memberi jawaban yang menenangkan, tetapi justru realistis. Laut Indonesia, terutama yang masuk dalam skema Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), pada dasarnya terbuka untuk lintas internasi

Laut Kita Terbuka, Tapi Pengawasan Belum Sempurna

Hassan Wirajuda: Presiden Lupakan Jangkar Diplomasi Kita

Pernyataan yang terdengar “canda” kadang justru meledak paling keras di ruang diplomasi. Itulah yang terjadi ketika wacana penarikan tarif atas kapal yang melintas di Selat Malaka dilempar ke publik. Dalam hitungan jam, telepon berdering ke berbagai meja diplomat Indonesia—dari Singapura, Malaysia, hingga Filipina. Reaksi datang cepat, dan nada kegelisahannya sama: Indonesia sedang bermain dengan sesuatu yang terlalu besar. Dalam diskusi di Akbar Faizal Uncensored, mantan Menteri Luar Negeri Has

Hassan Wirajuda: Presiden Lupakan Jangkar Diplomasi Kita

Pemerintah Pamer Stok Pangan Aman, Harga Beras Tetap Melejit

Harga beras, sebagai pilar utama ketahanan pangan terus bergejolak. Per hari ini, Sabtu (2/5/2026), harga beras mengalami kenaikan secara merata di semua lini kualitas. Harga beras kualitas super I berada di kisaran harga Rp20.950 per liter atau naik sebesar 20,75%. Harga beras Medium I kini berada di kisaran harga Rp19.100 per kilogram (naik 18,63%) dan beras kualitas bawah berada di angka Rp17.700 per kilogram. Kenaikan harga beras ini menunjukkan adanya anomali. Pasalnya, pemerintah melalui B

Pemerintah Pamer Stok Pangan Aman, Harga Beras Tetap Melejit

Duduk Perkara Mulut Amien Disebut Offside Soal Hubungan Prabowo-Teddy

Rais kembali bikin gempar. Pernyataannya dalam unggahan video ramai diperbincangkan lantaran dirinya menyenggol urusan Istana. Dia menyebut hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan Seskab Teddy Indrayana terlalu dekat. Video itu diunggah di channel Youtube Amien Rais Official dengan judul “JAUHKAN ISTANA DARI SKANDAL MORAL” pada Kamis (30/4/2026). Pantauan AFU.ID hari ini, video yang diunggah Ketua Majelis Syura Partai Ummat itu sudah tidak dapat diakses. “Video unavailable," dalam keterang

4 media, Cenderung kanan
Duduk Perkara Mulut Amien Disebut Offside Soal Hubungan Prabowo-Teddy

Hari Pendidikan Nasional: Menghapus Prodi tak Sesuai Industri, Negara Jangan Jadikan Kampus Pusat Perbelanjaan

Polemik terkait rencana pemerintah menutup program studi (prodi) yang tak relevan dengan industri, kembali mengemukan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada hari ini, Sabtu (2/5/2026). Dalam amanatnya pada upacara peringatan Hardiknas di Jakarta, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi terus beradaptasi agar ilmu yang diajarkan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan mas

Hari Pendidikan Nasional:  Menghapus Prodi tak Sesuai Industri, Negara Jangan Jadikan Kampus Pusat Perbelanjaan