JAKARTA, AFU.ID — Aksi menggeber sepeda motor saat warga memasang umbul-umbul kemerdekaan memicu tawuran antarkelompok remaja di Ciputat, Tangerang Selatan. Keributan kemudian meluas setelah kedua kelompok saling menantang melalui media sosial. Polisi mengamankan enam orang dan menyita sembilan senjata tajam dalam penyisiran setelah kejadian.
Tawuran terjadi antara kelompok remaja dari Gang Nurul Huda dan Gang Swadaya pada 02/08/26 sekitar pukul 05.00 WIB. Saat itu, warga Gang Swadaya sedang memasang umbul-umbul untuk menyambut Hari Kemerdekaan. Seorang pengendara yang identitasnya belum diketahui kemudian melintas sambil menggeber motornya hingga memancing emosi warga.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan ketegangan berlanjut melalui akun media sosial milik kedua kelompok. Mereka saling menantang lewat unggahan dan pesan langsung hingga bentrokan akhirnya pecah. Polisi menyebut provokasi di media sosial menjadi pemicu lanjutan setelah insiden geber motor.
Polisi menerima laporan warga melalui layanan 110 dan langsung mendatangi lokasi. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam bentrokan tersebut. Namun, aparat meningkatkan pengamanan karena muncul kekhawatiran akan terjadi serangan susulan antara kedua kelompok.
Pengamanan dilakukan selama tiga hari dengan melibatkan Polri, TNI, Brimob, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat. Aparat mendirikan tiga pos pantau, menggelar patroli bergerak, serta menyisir wilayah kedua kelompok. Sekitar 200 personel diterjunkan untuk mencari pelaku dan barang berbahaya yang diduga disiapkan untuk tawuran lanjutan.
Dalam penyisiran di kawasan Gang Nurul Huda, petugas mengamankan enam orang yang diduga hendak kembali terlibat tawuran. Polisi juga menyita enam bilah samurai, satu celurit, satu golok, dan satu gir. Seluruhnya dibawa ke Polres Tangerang Selatan untuk diperiksa lebih lanjut.
Polisi juga menyatakan telah mengamankan salah satu pengelola akun media sosial yang diduga digunakan untuk memancing bentrokan. Penyidik masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan, termasuk keterlibatan mereka dalam tawuran awal maupun rencana bentrokan susulan. Belum diumumkan apakah mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.
Bambang mengatakan kedua kelompok sebelumnya pernah dimediasi dan sepakat menjaga keamanan lingkungan. Bentrokan terbaru menunjukkan konflik lama belum sepenuhnya selesai dan dapat kembali tersulut oleh kejadian sederhana serta provokasi di media sosial. Polisi meminta warga tidak membalas tantangan dan segera melapor apabila melihat persiapan tawuran.
Polisi turut meluruskan video yang beredar dengan narasi adanya kelompok bertopeng meneror permukiman warga. Bambang mengatakan orang-orang dalam video tersebut merupakan kelompok remaja yang mengenakan helm dan masker, bukan pelaku teror. Meski demikian, polisi tetap memeriksa keterlibatan mereka dalam keributan antarkelompok di Ciputat. (RHU)