JAKARTA, AFU.ID — Majalah bisnis global Forbes kembali merilis pembaruan Forbes Billionaires List, daftar tahunan yang memuat miliarder dunia berdasarkan estimasi kekayaan bersih mereka. Dalam pembaruan awal Agustus 2026, tujuh nama konglomerat Indonesia kembali menghuni jajaran teratas dengan bisnis yang tersebar di sektor pertambangan, petrokimia, perbankan, hingga pusat data. Nilai kekayaan para taipan tersebut terus berubah mengikuti pergerakan harga saham, valuasi perusahaan, dan kondisi pasar global.
Posisi orang terkaya di Indonesia masih ditempati pendiri PT Bayan Resources, Low Tuck Kwong. Berdasarkan pembaruan Forbes Billionaires List per awal Agustus 2026, pengusaha sektor batu bara itu memiliki kekayaan sebesar 16,8 miliar dolar AS atau sekitar Rp302 triliun. Capaian tersebut membuatnya tetap bertahan di puncak daftar orang terkaya di Indonesia.
Di peringkat kedua terdapat pendiri Barito Pacific Group, Prajogo Pangestu, dengan total kekayaan sekitar 16 miliar dolar AS atau setara Rp288 triliun. Tepat di bawahnya menyusul pemilik Grup Djarum sekaligus pemegang saham utama PT Bank Central Asia (BCA), Robert Budi Hartono, yang memiliki kekayaan sekitar 15,9 miliar dolar AS atau Rp286 triliun. Ketiga nama tersebut masih mendominasi daftar konglomerat terkaya di Indonesia.
Urutan keempat ditempati Anthoni Salim, Chairman Salim Group, dengan kekayaan sekitar 10,6 miliar dolar AS atau Rp191 triliun. Posisi kelima dihuni pendiri Mayapada Group, Sri Dato Tahir, yang memiliki kekayaan sekitar 9,4 miliar dolar AS atau Rp169 triliun. Keduanya dikenal memiliki kerajaan bisnis yang bergerak di sektor pangan, perbankan, rumah sakit, properti, hingga telekomunikasi.
Di posisi keenam terdapat Sri Prakash Lohia, pendiri Indorama Corporation, dengan kekayaan mencapai 8,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp149 triliun. Sementara posisi ketujuh ditempati pendiri sekaligus CEO PT DCI Indonesia Tbk, Otto Toto Sugiri, yang memiliki kekayaan sekitar 7,7 miliar dolar AS atau setara Rp138 triliun. Masuknya Otto dalam jajaran tersebut menunjukkan pesatnya pertumbuhan industri pusat data di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Perubahan nilai kekayaan para miliarder Indonesia dipengaruhi oleh fluktuasi pasar saham dan perkembangan bisnis yang mereka jalankan. Meski demikian, daftar Forbes edisi awal Agustus 2026 masih didominasi nama-nama lama yang menguasai sektor-sektor strategis nasional. Berikut daftar tujuh orang terkaya di Indonesia berdasarkan Forbes Billionaires List.
7 Orang Terkaya di Indonesia Agustus 2026
Low Tuck Kwong (PT Bayan Resources) – US$16,8 miliar (sekitar Rp302 triliun)
Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group) – US$16 miliar (sekitar Rp288 triliun)
Robert Budi Hartono (Grup Djarum dan BCA) – US$15,9 miliar (sekitar Rp286 triliun)
Anthoni Salim (Salim Group) – US$10,6 miliar (sekitar Rp191 triliun)
Sri Dato Tahir (Mayapada Group) – US$9,4 miliar (sekitar Rp169 triliun)
Sri Prakash Lohia (Indorama Corporation) – US$8,3 miliar (sekitar Rp149 triliun)
Otto Toto Sugiri (PT DCI Indonesia Tbk) – US$7,7 miliar (sekitar Rp138 triliun)