AFU.id

KKP RI Buka Pasar ke Tiongkok, Ekspor Belut Sawah Kalsel Raup Rp3,5 Miliar

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Belut sawah dari Kalimantan Selatan berhasil menembus pasar Tiongkok, menghasilkan pendapatan sebesar Rp3,5 miliar dari ekspor 170 ton pada tahun 2025, berkat pemenuhan standar mutu dan sertifikasi internasional seperti HACCP. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) menegaskan pentingnya sertifikasi mutu dalam memperluas akses pasar, serta adanya pengakuan dari Tiongkok melalui perjanjian bilateral yang memungkinkan produk Indonesia diterima sesuai dengan standar mereka. Upaya pengawasan dan peningkatan standar produk terus dilakukan untuk mendukung daya saing dan memperluas peluang ekspor komoditas perikanan di masa depan.

KKP RI Buka Pasar ke Tiongkok, Ekspor Belut Sawah Kalsel Raup Rp3,5 Miliar
Belut sawah asal Provinsi Kalsel menjadi salah satu komoditas utama ekspor kelautan dan perikanan Indonesia ke Tiongkok. (Foto: KKP RI)

Jaga Sertifikasi Mutu Belut Sawah Kalsel

Sementara itu, Balai Mutu Perikanan Kota Banjarbaru melakukan inspeksi, monitoring, surveilan, dan pengujian laboratorium secara berkala. Pengawasan itu untuk memastikan produk akhir tetap memenuhi persyaratan sebelum terkirim ke pasar ekspor. Langkah itu sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lain untuk dapat meningkatkan standar produknya.

“Sertifikasi mutu belut dilaksanakan sesuai standar internasional dan hal tersebut juga berlaku untuk komoditas lainnya. Kami siap membantu pelaku usaha yang ingin naik kelas menjadi eksportir belut atau komoditas lainnya. Silakan dapat menghubungi langsung Badan Mutu KKP di email bppmhkp@kkp.go.id atau di medsos resmi BPPMHKP,” pungkas Ishartini.

Capaian ekspor belut sawah Kalsel ke pasar Tiongkok memperlihatkan, penentu daya saing komoditas lokal tak hanya oleh ketersediaan hasil perikanan. Akan tetapi, kini juga berlandaskan kemampuan memenuhi standar pasar tujuan. Tantangannya kini memastikan peningkatan volume ekspor tetap beriringan konsistensi mutu, kapasitas pengolahan, dan bertambahnya pelaku usaha yang mampu memenuhi persyaratan internasional. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi