JAKARTA, AFU.ID — Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, melonjak akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti kota tersebut. Data Puskesmas Bukit Hindu mencatat 257 kasus ISPA selama 1-18 Agustus 2026, naik signifikan dibanding Juli yang tercatat 192 kasus.
Kepala Puskesmas Bukit Hindu, Heliana, mengatakan pasien yang datang mayoritas mengeluhkan gejala gangguan pernapasan. "Rata-rata yang dikeluhkan itu batuk, ya, pilek, sama nyeri tenggorokan serta ada demam juga," ujarnya dalam tayangan Top News Metro TV, dikutip Kamis (20/8/2026).
Di sisi penegakan hukum, Polda Kalimantan Tengah menetapkan 12 orang sebagai tersangka dalam sejumlah kasus karhutla hingga pertengahan Agustus 2026. Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan menegaskan setiap kejadian karhutla di wilayahnya diusut melalui proses penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus pihak yang bertanggung jawab.
Berdasarkan Pemantauan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Palangka Raya melalui situs resmi Palangkaraya.go.id mencatat kualitas udara kota tersebut berada di level yang mengkhawatirkan. Data yang bersumber dari satelit NASA-MODIS/Terra-Aqua dan diperbarui pada 19 Agustus 2026 pukul 02.53 WIB itu menunjukkan tebalnya asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Senada, BMKG Palangka Raya mencatat kualitas udara pada Rabu (19/8/2026) pukul 08.00 WIB berada dalam kategori sangat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 mencapai 158,5 mikrogram per meter kubik. Akibat pekatnya asap, jarak pandang di sejumlah kawasan menurun drastis hingga hanya tersisa sekitar 1,4 kilometer.
Kondisi ini dipicu oleh tingginya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan data yang sama, terdeteksi 1.795 titik panas tersebar di seluruh provinsi tersebut. Dari total titik panas itu, sebanyak 281 titik berada di wilayah Kota Palangka Raya. Titik-titik panas tersebut ditemukan di beberapa kecamatan, di antaranya Jekan Raya, Sabangau, Bukit Batu, dan Rakumpit.
Otoritas kesehatan mengimbau warga membatasi aktivitas luar ruangan, mengenakan masker saat keluar rumah, serta menutup rapat pintu dan jendela untuk mencegah asap masuk ke dalam rumah. Masyarakat juga disarankan memperbanyak minum air putih guna menjaga daya tahan tubuh di tengah paparan polusi asap. (NAD)