JAKARTA, AFU.ID — Produk olahan perikanan Indonesia membidik pasar Arab Saudi dengan potensi nilai transaksi mencapai 800 ribu dolar AS hingga 1 juta dolar AS. Peluang tersebut muncul setelah penjajakan bisnis antara perusahaan Indonesia, JAPFA, dan importir Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading, yang difasilitasi Kementerian Perdagangan.
Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengatakan penjajakan tersebut membuka peluang perluasan ekspor produk pangan olahan Indonesia ke Arab Saudi. Selain menyasar pasar domestik, produk Indonesia juga berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jutaan jemaah haji dan umrah dari berbagai negara.
"Produk Indonesia juga berpeluang masuk ke rantai pasok konsumsi jemaah haji dan umrah yang nilainya diperkirakan mencapai sekitar Rp50 triliun," kata Bagas dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).
Produk yang dijajaki dalam kerja sama tersebut meliputi bakso ikan, nugget ikan, nugget udang, hingga filet ikan nila. Sebagai tindak lanjut, Tamaiz Asia Trading akan membawa sampel produk untuk uji pasar, sementara JAPFA menyiapkan daftar harga sebelum memasuki tahap negosiasi lebih lanjut.
ITPC Jeddah juga akan memfasilitasi pertemuan lanjutan secara daring guna membahas aspek teknis maupun komersial. Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi semakin banyak produk pangan olahan Indonesia untuk menembus pasar Arab Saudi dan kawasan Timur Tengah.
Perwakilan Tamaiz Asia Trading, Saeed Alamoudi, menilai Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemasok makanan halal bagi Arab Saudi. Tingginya jumlah jemaah haji dan umrah asal Indonesia dinilai menjadi keunggulan tersendiri untuk memperluas pemasaran produk pangan nasional.
"Produk makanan halal Indonesia tidak hanya berpotensi memenuhi kebutuhan jemaah Indonesia, tetapi juga masyarakat Arab Saudi dan negara-negara di kawasan sekitar," ujar Alamoudi, Sabtu (27/6/2026).
Bagas menambahkan masyarakat Arab Saudi memiliki permintaan tinggi terhadap produk olahan boga bahari, terutama makanan beku yang praktis, tahan lama, dan memiliki harga kompetitif. Menurutnya, JAPFA telah memiliki kapasitas produksi, standar keamanan pangan internasional, serta terdaftar di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) sehingga siap memasok pasar dalam skala besar.
Pada Januari-April 2026, nilai perdagangan Indonesia dan Arab Saudi mencapai 1,58 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar 675,8 juta dolar AS, sedangkan impor mencapai 912,1 juta dolar AS. (ANT/RAI)