MANADO, AFU.ID - BMKG Stasiun Geofisika Manado mencatat sebanyak 532 kejadian gempa bumi menggetarkan wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya selama periode Juli 2026. Berdasarkan distribusi kedalaman hiposenter, aktivitas gempa didominasi oleh gempa dangkal yang terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sementara itu berdasarkan magnitudonya, gempa bumi yang terjadi memiliki rentang magnitudo mulai dari M1,7 hingga gempa bumi terbesar berkekuatan M6,1.
Sementara berdasarkan peta seismisitas dan distribusi episenter, aktivitas gempa bumi selama periode tersebut terkonsentrasi pada beberapa wilayah utama, yaitu Laut Maluku, Teluk Tomini, dan Laut Sulawesi. "Konsentrasi aktivitas tersebut menunjukkan tingginya dinamika tektonik di kawasan pertemuan lempeng dan zona subduksi di sekitar Sulawesi Utara dan Maluku Utara," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado Muhammad Zulkifli di Manado, Rabu (19/8/2026).
Dari keseluruhan kejadian tersebut, lanjutnya, sebanyak delapan gempa bumi dilaporkan dirasakan oleh masyarakat di wilayah Halmahera Utara, Ternate, Tidore, Sanana, Morotai, Boltim, Kota Gorontalo, Gorontalo Utara, dan Bone Bolango. Selanjutnya di Labuha, Naha, Kepulauan Sangihe, Manado, Minahasa Selatan, Minahasa, Mayau, Minahasa Tenggara, Pulau Makian, Pulau Tifure, Halmahera Barat, Sofifi, Batang Dua.
Sebelumnya, berdasarkan data BMKG melalui Stasiun Geofisika Manado tercatat sebanyak 1.144 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya selama periode Juni 2026.