AFU.id

Pasar Kendaraan Listrik Tumbuh Pesat, Industri Otomotif Nasional Serap Jutaan Tenaga Kerja per Tahun

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Industri otomotif nasional Indonesia mengalami pertumbuhan signifikan, terutama dalam segmen kendaraan listrik, dengan penjualan meningkat hampir 15 kali lipat sejak 2023 dan menyerap sekitar 1,5 juta tenaga kerja per tahun. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berkomitmen untuk melanjutkan kebijakan insentif bagi kendaraan listrik dan mendorong investasi guna mengurangi ketergantungan pada impor minyak, sementara Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menekankan pentingnya melibatkan industri kecil dan menengah dalam rantai pasok. Data menunjukkan penjualan mobil listrik meningkat 95,9% pada Kuartal I 2026, didukung oleh pengembangan infrastruktur pengisian daya yang semakin luas.

Pasar Kendaraan Listrik Tumbuh Pesat, Industri Otomotif Nasional Serap Jutaan Tenaga Kerja per Tahun
Pekerja menyelesaikan proses perakitan bodi mobil di pabrik PT TMMIN, Kabupaten Karawang, Provinsi Jabar, yang merupakan salah satu pelaku industri nasional. (Foto: ANTARA FOTO/Risky Andrianto/aww/18)

Industri Otomotif Nasional Butuh Inovasi

Menkeu Purbaya menegaskan pentingnya peningkatan inovasi untuk daya saing industri masa depan, tak terkecuali otomotif. Ia yakin, Indonesia mampu membangun industri otomotif yang lebih bersih, cerdas, efisien, hingga berdaya saing global. Yang mana, optimisme itu bersumber dari dukungan sumber daya, pasar domestik yang besar, dan talenta yang ada.

Hanya saja, Purbaya Yudhi Sadewa menyadari tingginya pangsa pasar kendaraan listrik harus beriringan pertumbuhan ekonomi nasional. Hal itu karena daya beli masyarakat akan meningkat dan pasar otomotif domestik turut berkembang. Oleh karenanya, berbagai kebijakan ekonomi mengarah untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menciptakan pasar yang semakin kuat bagi industri otomotif nasional.

“Saya akan memperbaiki iklim investasi, sehingga Anda bisa berbisnis dengan baik dan memberi keuntungan yang baik, jadi itu timbal balik. Saya ingin Indonesia menjadi pusat produksi dan pengekspor bagi produsen mobil di wilayah atau pasar perekonomian dunia. “Mari kita jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional, karena jika ini terjaga, maka industri otomotif juga akan maju,” tutur Menkeu RI.

Sementara itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pengembangan industri kendaraan listrik nasional tak hanya bertumpu pada investasi besar. Akan tetapi, juga harus mampu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) sebagai bagian dari rantai pasok industri. “Kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik, agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang terserap dalam proses produksi di Indonesia,” ujarnya.

Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, penguatan rantai pasok domestik harus mengimbangi pertumbuhan industri kendaraan listrik yang terus meningkat. Langkah itu untuk mendukung target peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan memperkuat kemandirian industri nasional. “Juga untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih serta upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri,” paparnya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada Kuartal I-2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Populasi bus listrik hingga April 2026 juga telah mencapai 798 unit, sedangkan populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 65% dari total populasi kendaraan listrik nasional. Pertumbuhan juga ditopang oleh semakin luasnya infrastruktur pengisian daya oleh PT PLN (Persero) yang telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) pada 3.097 titik di berbagai wilayah Indonesia per April 2026. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi