JAKARTA, AFU.ID — Industri kendaraan listrik dunia mengalami pertumbuhan pesat dalam lima tahun terakhir dan masih akan berkembang ke depannya.
Menyikapi kondisi tersebut, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI) terus memperkuat pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional.
Melansir website Kemenperin RI, Sabtu (30/5/2026), langkah tersebut merupakan strategi transformasi industri nasional menuju ekonomi hijau yang berkelanjutan.
Kemenperin RI memacu keterlibatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rantai pasok industri kendaraan listrik nasional.
Salah satunya adalah IKM Komponen yang bergerak dalam bidang manufaktur pembuat suku cadang, part, dan komponen penunjang lainnya.
Menteri Perindustrian (Menperin RI), Agus Gumiwang Kartasasmita, menyatakan Indonesia mempunyai peluang besar menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik dunia.
Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kekayaan sumber daya alam (SDA), pasar domestik yang besar, dan komitmen pemerintah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir merupakan faktor pendukung utama dalam mencapai target tersebut.
“Pemerintah melalui Perpres (Peraturan Presiden) Nomor 55 Tahun 2019 telah menegaskan komitmen terhadap pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari agenda transisi energi, ekonomi hijau, dan industrialisasi nasional,” ungkapnya.
Menperin Agus menyampaikan, pemerintah terus mempercepat penguatan struktur industri KBLBB agar berdaya saing global dan memberikan nilai tambah optimal bagi perekonomian nasional.
Oleh karenanya, pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional tak hanya melibatkan industri besar.
“Namun juga oleh industri berskala kecil dan menengah, sehingga dapat terjadi proses transfer wawasan, pengetahuan, dan teknologi bagi pengembangan industri dalam negeri ke depan,” tutur Agus Gumiwang Kartasasmita.
Sebagai salah satu langkah konkret, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) bersama Ditjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI menggelar Penjajakan Peluang Bisnis IKM Alat Angkut dalam Rantai Pasok KBLBB.
Kegiatan yang menggandeng Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (Kemeninveshil/BKPM) RI, PT SGMW Motor Indonesia, dan PT VKTR Teknologi Mobilitas tersebut berlangsung di Cikarang, Provinsi Jawa Barat (Jabar), pada 22 Mei 2026 lalu.
Pesertanya adalah para pelaku IKM komponen otomotif, pemerintah daerah pembina IKM, asosiasi, dan industri komponen otomotif nasional.
“Tujuannya adalah membuka peluang kerja sama maupun kemitraan strategis antara IKM dengan industri besar kendaraan listrik,” ujar Menperin Agus.
Sementara itu, Reni Yanita selaku Direktur Jenderal (Dirjen) IKMA Kemenperin RI menjelaskan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengidentifikasi peluang bisnis.
“Termasuk memberikan pemahaman mengenai kebutuhan industri kendaraan listrik, seperti aspek pemenuhan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri, red),” ucapnya. (ADR)