AFU.id

Inovasi Kendaraan Listrik Dipercepat, Transisi Energi Nasional Gandeng Ekosistem Riset Kampus

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Transisi energi nasional memerlukan percepatan inovasi teknologi ramah lingkungan demi mengatasi krisis perubahan iklim global.Langkah taktis itu mengintegrasikan tata kelola pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pengembangan riset aplikatif di level domestik.

Inovasi Kendaraan Listrik Dipercepat, Transisi Energi Nasional Gandeng Ekosistem Riset Kampus
(Foto: Kemdiktisaintek RI)

Keterlibatan Multiaktor dalam Transisi Energi Nasional

Sementara itu, Cuk Supriyadi Ali Nandar selaku Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan efisiensi tata kelola hilir. Ia mengeklaim, pemilahan jenis limbah organik dan anorganik secara mandiri oleh warga mampu memangkas biaya operasional pengolahan secara signifikan.

Langkah preventif tersebut efektif mengurangi akumulasi residu berbahaya yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisa material organik dapat terkonversi menjadi produk kompos atau biogas, adapun material anorganik masuk kembali ke dalam rantai pasok daur ulang bernilai ekonomi.

Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, yakni Danang Sri Hadmoko, menilai kampus berfungsi sebagai tempat penggemblengan calon pemimpin masa depan. Penyelesaian isu strategis sektor energi membutuhkan integrasi pendekatan multidisplin yang melibatkan kerja sama multiaktor secara simultan.

Kemdiktisaintek RI memperkuat kapasitas kelembagaan universitas sebagai episentrum pengembangan talenta riset yang berorientasi pada kemaslahatan publik. Sinergitas itu memperkokoh ketahanan nasional melalui implementasi transisi energi nasional yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi