Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Inovasi Kendaraan Listrik Dipercepat, Transisi Energi Nasional Gandeng Ekosistem Riset Kampus
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Transisi energi nasional memerlukan percepatan inovasi teknologi ramah lingkungan demi mengatasi krisis perubahan iklim global.Langkah taktis itu mengintegrasikan tata kelola pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pengembangan riset aplikatif di level domestik.
(Foto: Kemdiktisaintek RI)
JAKARTA, AFU.ID — Transisi energi nasional memerlukan percepatan inovasi teknologi ramah lingkungan demi mengatasi krisis perubahan iklim global. Langkah taktis itu mengintegrasikan tata kelola pengelolaan sampah berkelanjutan dengan pengembangan riset aplikatif di level domestik.
Melansir website Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), Minggu (14/6/2026) pemerintah mendorong pemanfaatan kepakaran akademik untuk menjawab tantangan sektor energi. Otoritas mematangkan kolaborasi lintas generasi itu dalam gelar wicara (talkshow) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (12/6/2026).
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek RI, Fauzan Adziman, menghadiri langsung agenda diskusi publik di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) tersebut. Ia juga berkesempatan menguji coba performa mobil listrik eKarsa hasil karya tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM).
Jajaran Kemdiktisaintek RI lantas menegaskan komitmen pendanaan terhadap berbagai proyek riset konversi limbah menjadi sumber energi baru terbarukan. Fauzan Adziman menjelaskan, ekosistem pendidikan tinggi memikul tanggung jawab moral untuk mencetak talenta unggul yang mampu menerjemahkan sains menjadi kebutuhan riil warga.
Masalah penumpukan sampah memerlukan pendekatan multidimensi yang menyentuh aspek ekonomi sirkular serta transformasi kebiasaan masyarakat. “Pengelolaan sampah merupakan persoalan yang melibatkan aspek teknologi, ekonomi, tata kelola, dan transformasi sosial masyarakat. Kita membutuhkan talenta-talenta yang mampu melihat persoalan secara menyeluruh dan menghadirkan solusi berkelanjutan,” ungkap Fauzan Adziman.
Kemdiktisaintek RI kini mengoptimalkan peran aktif pemuda melalui peluncuran Program Aksara Mahasiswa yang berfokus pada aksi pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Skema penugasan lapangan itu menerjunkan mahasiswa secara langsung ke wilayah pemukiman untuk memetakan akar masalah lingkungan secara langsung.
Harapannya, aktivitas advokasi tersebut mampu membangun kesadaran publik mengenai pentingnya pemilahan sisa material konsumsi sejak dari tingkat rumah tangga. “Mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang membantu membangun ekosistem pengelolaan sampah yang lebih baik. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan solusi yang berkelanjutan,” tutur Dirjen Risbang Fauzan.
Keterlibatan Multiaktor dalam Transisi Energi Nasional
Sementara itu, Cuk Supriyadi Ali Nandar selaku Kepala Organisasi Riset Energi dan Manufaktur Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memaparkan efisiensi tata kelola hilir. Ia mengeklaim, pemilahan jenis limbah organik dan anorganik secara mandiri oleh warga mampu memangkas biaya operasional pengolahan secara signifikan.
Langkah preventif tersebut efektif mengurangi akumulasi residu berbahaya yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sisa material organik dapat terkonversi menjadi produk kompos atau biogas, adapun material anorganik masuk kembali ke dalam rantai pasok daur ulang bernilai ekonomi.
Wakil Rektor UGM Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama, yakni Danang Sri Hadmoko, menilai kampus berfungsi sebagai tempat penggemblengan calon pemimpin masa depan. Penyelesaian isu strategis sektor energi membutuhkan integrasi pendekatan multidisplin yang melibatkan kerja sama multiaktor secara simultan.
Kemdiktisaintek RI memperkuat kapasitas kelembagaan universitas sebagai episentrum pengembangan talenta riset yang berorientasi pada kemaslahatan publik. Sinergitas itu memperkokoh ketahanan nasional melalui implementasi transisi energi nasional yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. (ADR)