Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 3,1% pada 2027, RI Tawarkan 32 Proyek Investasi Strategis ke Jepang
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Ringkasan Berita
Pemerintah Republik Indonesia menawarkan 32 Proyek Strategis Nasional kepada Jepang sebagai upaya untuk menarik investasi dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 3,1% pada tahun 2027. Proyek-proyek tersebut mencakup sektor infrastruktur, termasuk jalan, perkeretaapian, pelabuhan, dan pengembangan kawasan hunian, serta didukung oleh kemudahan investasi seperti insentif pajak. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan memacu perkembangan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Proyek MRT Jakarta yang menjadi salah satu investasi Jepang di Indonesia dalam bidang infrastruktur. (Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja)
JAKARTA, AFU.ID — Pemerintah Republik Indonesia (RI) menawarkan 32 Proyek Strategis Nasional (PSN) kepada Jepang. Seluruh proyek itu telah dipersiapkan sebagai peluang investasi menarik guna mendukung percepatan pembangunan infrastruktur nasional. Muaranya ialah untuk berupaya mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 3,1% pada 2027 mendatang.
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI berupaya memaksimalkan kemitraan dengan Jepang di bidang infrastruktur. Oleh karenanya, Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching 2026 menjadi momentum penting untuk membuka kerja sama baru. Harapannya, kegiatan itu semakin memperkuat komunikasi dan membangun kepercayaan yang lebih konkret menjelang pelaksanaan forum bisnis di Tokyo.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kemenko Perekonomian RI, Ferry Irawan, menyatakan kerja sama Indonesia-Jepang di bidang infrastruktur bukan sekadar sebuah cita-cita. Akan tetapi, kini telah menjadi rekam jejak nyata yang telah menggerakan roda perekonomian Indonesia. “Pelabuhan, kawasan industri, logistik, hingga transportasi perkotaan tidak terlepas dari kontribusi teknologi, pembiayaan, dan disiplin rekayasa dari Jepang,” ungkapnya, Selasa (4/8/2026).
Oleh karenanya, Pemerintah RI menawarkan 32 proyek investasi strategis dari sembilan BUMN/BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) kepada Jepang. Proyek itu terdiri dari sektor jalan dan jalan tol serta pengembangan kawasan hunian (housing and township development), properti komersial. Ada pula sektor perkeretaapian dan Transit-Oriented Development (TOD), pelabuhan dan logistik, hingga fasilitas fabrikasi baja (steel fabrication).
Arifianto Sofiayanto selaku Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI menyampaikan, hubungan ekonomi Indonesia-Jepang sangat erat dan strategis. “Tercermin dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Negeri Sakura yang menghasilkan komitmen investasi baru sekitar USD23,63 miliar pada Maret 2026,” tuturnya.
Setali tiga uang dengan Cahyo Purnomo yang menjabat Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afika Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Ia menjelaskan, Jepang merupakan salah satu dari empat investor terbesar di Indonesia dengan nilai investasi sekitar USD1,89 miliar. “Pemerintah juga terus memberikan berbagai kemudahan dan insentif investasi, antara lain tax allowance, import duty exemption, serta super tax deduction guna meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi,” ujarnya.
32 Proyek Investasi Strategis Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional 2027
Lebih lanjut, Ferry Irawan menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh di tengah ketidakpastian global. Pada Semester I-2026, ekonomi nasional tumbuh 5,61% dengan tingkat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) yang terkendali di angka 3,34%. “Realisasi investasi juga melampaui 1.010 triliun rupiah,” paparnya dalam Indonesia-Japan Infrastructure and Transportation Business Forum and Business Matching 2026.
Ferry Irawan menambahkan, kepercayaan investor asing terhadap Indonesia juga sangat baik hingga memasuki Semester II-2026. Hal itu terlihat dari peringkat utang pada level BBB dengan outlook stabil oleh S&P Global Ratings. Begitupun hasil Survei JETRO FY2025 yang menunjukkan 69,1% perusahaan Jepang di Indonesia memperkirakan akan membukukan laba operasi.
Pemerintah RI pun terus mendorong investasi produktif yang mampu meningkatkan produktivitas, mempercepat transfer teknologi, dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Semua demi mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,1% pada 2027 dan 8% pada 2029 mendatang. “Mari ubah dialog ini menjadi kemitraan, kemitraan menjadi proyek, dan proyek menjadi investasi yang menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh masyarakat kita,” pungkas Ferry Irawan. (ADR)