JAKARTA, AFU.ID - BPJS Watch menyoroti kasus meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan atas dugaan pelayanan BPJS Kesehatan yang lamban. Kasus yang viral di media sosial itu turut mengundang empati netizen dan sejumlah pihak.
Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, menyoroti sengkarut layanan BPJS Kesehatan yang kerap berulang. Ia menilai bahwa seharusnya tak ada lagi kasus pasien tertahan hingga berjam-jam hanya karena dalih ruang inap penuh. "Bahwa memang rumah sakit itu harus mengedepankan keselamatan pasien," kata Timboel saat dihubungi Afu.id, Rabu (5/8/2026).
Timboel menegaskan bahwa pasien yang tertahan 8 jam seharusnya bisa diantisipasi pihak BPJS dan Rumah Sakit. Hal ini sejatinya bisa dimitigasi apabila BPJS memiliki banyak alternatif pilihan rumah sakit jika terjadi hal yang dialami Yurizal. "Kalau 8 jam itu sudah enggak normal. Seharusnya rumah sakit itu mengedepankan keselamatan pasien, kalau sampai sekian lama, 1 jam aja, itu harus dirujuk ke tempat lain," ungkapnya.
Menurut Timboel, kasus seperti Yurizal tak boleh terulang. Sebab, rumah sakit berkewajiban mengedepankan aspek keselamatan tanpa harus terbentur administrasi. "Jangan lagi ada pasien tak dapat ruang perawatan. Itu enggak boleh. Karena RS tidak boleh mengabaikan keselamatan pasien," paparnya.
Soroti Aksi Bully
Timboel juga amat menyayangkan respons oknum tenaga kesehatan (nakes) dan Dokter yang memnully Yurizal. Usai curhat soal pelayanan BPJS, Yurizal jadi sasaran bully sejumlah oknum dokter dan nakes bahkan ada yang menyuruh memotong nadinya agar segera mendapat ruang perawatan. "Komplain pasien tidak boleh dibalas bully oleh tenaga kesehatan, tenaga medis, tenaga perawat apapun. Mereka tak boleh memojokkan atau men-downgrade semangat pasien untuk sembuh," tutupnya.
Sebagai informasi, Pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan (29) jadi sasaran bully netizen usai mengeluhkan layanan BPJS Kesehatan atas penyakit yang dideritanya. Yurizal yang meninggal dunia setelah mencurahkan isi hatinya soal lambannya proses pelayanan usai dirujuk ke salah satu RS milik pemerintah.
Meski Yurizal tak menyebut penyakit yang diderita dan nama Rumah Sakit tersebut, namun dirinya dibully netizen yang tak lain beberapa oknum dokter dan tenaga kesehatan (nakes).
Pria asal Bogor itu dirujuk untuk berobat ke sebuah rumah sakit nasional dan mengeluh lamanya proses penanganan medis yang ia terima. Ia harus menunggu 8 jam untuk mendapatkan ruangan agar bisa ditangani lebih lanjut. Meski demikian, Yurizal tidak membocorkan nama rumah sakit yang ia datangi tersebut.