JAKARTA, AFU.ID – Peningkatan konsumsi produk lokal diperkirakan mampu mendorong penyerapan tenaga kerja, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang banyak bergerak di bidang padat karya.
Pengamat ekonomi dan dosen FEB Universitas Indonesia, Dr. Toto Pranoto, menilai sektor UMKM seperti makanan dan minuman (F&B) serta fesyen akan menjadi pihak pertama yang merasakan dampak positif dari meningkatnya permintaan produk dalam negeri.
“Sektor usaha yang digeluti UMKM seperti F&B atau fashion relatif padat karya dan didukung ekosistem penunjang, sehingga penyerapan tenaga kerja bisa optimal,” kata Toto saat dihubungi ANTARA, Selasa (9/6/2026).
Toto menjelaskan, pertumbuhan UMKM tidak hanya menggerakkan usaha kecil dan menengah, tetapi juga berpotensi mendorong sektor manufaktur jangka menengah melalui peningkatan kebutuhan bahan baku dan pasokan barang.
Namun, kebangkitan sektor manufaktur memerlukan waktu lebih panjang karena pelaku industri harus mempertimbangkan ketersediaan bahan baku dan pengaturan produksi.
Sektor yang paling potensial terdorong konsumsi antara lain makanan dan minuman, obat tradisional dan herbal, serta produk kebutuhan sehari-hari atau fast-moving consumer goods (FMCG) yang memiliki permintaan tinggi.
Toto menekankan pentingnya dukungan strategis untuk memperkuat konsumsi produk lokal, termasuk perlindungan industri dalam negeri, pengawasan impor, pencegahan barang selundupan, peningkatan efisiensi produksi, serta penguatan merek agar mampu bersaing di pasar domestik. (ANTARA)