JAKARTA, AFU.ID — Performa industri alat olahraga nasional menunjukkan tren yang sangat positif dalam lima tahun ke belakang. Bahkan, kondisi neraca perdagangannya terus mencatatkan surplus dalam rentang tahun 2020 sampai dengan 2025.
Melansir website Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), Minggu (7/6/2026), nilai ekspor industri tersebut bertumbuh 11,3% dari tahun 2024 ke 2025. Produk-produknya juga telah berhasil menembus pasar internasional, seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Belanda, dan Inggris.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin RI, Reni Yanita, menyatakan potensi industri alat olahraga nasional sangat menjanjikan. Pakaian jadi (konveksi) dari tekstil dan sepatu olahraga masuk dalam 20 komoditas manufaktur dengan nilai ekspor terbesar pada Februari 2026.
Komoditas pakaian jadi (tekstil) dari tekstil mencatatkan nilai ekspor sebesar USD626,32 juta atau setara Rp11,33 triliun (kurs RP18.095 per USD). Adapun nilai ekspor komoditas sepatu olahraga mencapai USD340,81 juta atau setara Rp6,16 triliun.
“Potensi tersebut menunjukkan, industri pendukung ekosistem olahraga nasional memiliki peluang besar untuk terus tumbuh. Bahkan, dapat menjadi bagian penting dalam penguatan struktur industri manufaktur Indonesia,” ungkap Reni Yanita.
Ia lantas menyampaikan, perkembangan positif industri alat olahraga nasional tak hanya berkaca dari nilai ekspor komoditas pakaian dan sepatu olahraga. Sebab di dalam negeri, industrinya telah tersebar di berbagai daerah dan mendapat dukungan dari sentra-sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM).
Dengan begitu, industri alat olahraga telah menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri nasional. Bahkan, mampu menyerap hingga 15 ribu tenaga kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Reni Yanita pun berharap, kehadiran buyer nasional maupun global membuka peluang kerja sama berkelanjutan. Sehingga, industri pendukung ekosistem olahraga tak hanya memeroleh transaksi dalam jangka pendek.
“Tetapi juga menjadi bagian dari rantai pasok industri maupun ritel secara lebih luas dan berkesinambungan,” tuturnya.
Kemenperin RI pun terus berkomitmen mendukung pengembangan industri olahraga nasional melalui berbagai program pembinaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, fasilitasi promosi, penguatan inovasi, dan perluasan akses pasar. Langkah itu guna meningkatkan daya saing produk olahraga Indonesia di pasar domestik maupun global. (ADR)