Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Serap 1,59 Juta Tenaga Kerja, Fondasi Industri Olahraga Nasional Semakin Kokoh
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
Menperin RI, Agus Gumiwang Kartasasmita (tengah) bersama pelaku IKM produk olahraga nasional. (Foto: Kemenperin RI)
JAKARTA, AFU.ID — Naiknya kesadaran gaya hidup sehat masyarakat memicu pertumbuhan pasar produk olahraga nasional. Sektor itu mempunyai potensi sangat besar untuk bersaing dengan ketat dalam pasar global.
Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya optimal menguatkan ekosistem industri olahraga nasional. Langkah strategis itu bertujuan mendorong ekspansi pasar domestik hingga pasar ekspor.
Menteri Perindustrian (Menperin) RI, Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan momentum emas tersebut harus membawa keuntungan besar. Ia menyampaikan, permintaan pasar terus melonjak tajam pada tingkat global.
“Industri pakaian, sepatu, dan alat olahraga memiliki peran strategis serta peluang yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Hal itu seiring meningkatnya permintaan pasar, baik di tingkat nasional maupun global,” ungkapnya dikutip AFU.ID dari website Kemenperin RI, Sabtu (6/6/2026).
Kemenperin RI pun menggelar acara temu bisnis demi menguatkan ekosistem industri olahraga nasional. Agenda bertajuk Indonesia Sport and Active Wear (ISAW) Ecosystem itu sukses mempertemukan para pelaku usaha.
Pertemuan bisnis tersebut melibatkan sektor garmen, produsen sepatu, ritel, hingga organisasi olahraga. Kolaborasi itu berhasil membuka akses pasar secara berkelanjutan bagi pelaku industri kecil.
Menperin Agus sangat mengapresiasi sinergi kuat dari berbagai pemangku kepentingan dalam acara tersebut. Salah satunya adalah Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO).
Ada pula Asosiasi Pakaian Olahraga Indonesia (ASPOIN) yang ikut mendukung penuh agenda. Ketua Induk Organisasi Cabang Olahraga (IOCO) turut hadir menguatkan jaringan pasar tersebut.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita juga memberi penegasan. Ia menyatakan, temu bisnis tersebut menjadi langkah konkret mendongkrak daya saing lokal.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing industri pendukung ekosistem olahraga. Sehingga, mampu berkembang, memperluas pasar, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan industri nasional,” tuturnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat potensi besar sektor konveksi. Jumlah industri kecil pakaian jadi saat ini mencapai sekitar 623 ribu unit.
Sektor padat karya ini sukses menyerap tenaga kerja hingga 1,2 juta orang. Sektor menengah juga menampung sebanyak 39 ribu tenaga kerja dari 1.200 unit, sehingga totalnya mencapai 1,59 juta orang.
Subsektor kulit, barang dari kulit, dan alas kaki menunjukkan kinerja ekonomi kuat. Kelompok itu mempunyai 48 ribu industri kecil dan 415 industri skala menengah.
Seluruh unit usaha tersebut mampu menyerap lebih dari 139 ribu tenaga kerja. Kontribusi industri pakaian jadi mencapai 0,99% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Catatan sumbangan ekonomi yang sangat positif ini terjadi pada Triwulan I-2026. Industri kulit dan alas kaki menyumbang sebesar 1,3% terhadap PDB nasional. (ADR)