JAKARTA, AFU.ID — Setelah 15 tahun mengabdi di Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB), seorang akademisi ini dipercaya mendampingi memimpin universitas yang dirancang khusus mencetak calon pemimpin bangsa. Presiden Prabowo Subianto melantik Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI). Pelantikan keduanya berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Dalam prosesi tersebut, Prabowo memimpin pembacaan sumpah jabatan yang menekankan kesetiaan kepada UUD 1945 serta kepatuhan menjalankan peraturan perundang-undangan. Sumpah itu juga memuat komitmen menjunjung tinggi etika jabatan dan bekerja penuh tanggung jawab. “Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan, akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,“ ujar Yos dalam pelantikan.
Universitas Republik Indonesia sendiri merupakan lembaga pendidikan baru yang dibentuk pemerintah dengan fokus mengembangkan sumber daya manusia. Kampus ini dirancang khusus untuk mencetak calon pemimpin bangsa di masa mendatang. Donny Ermawan dan Yos Sunitiyoso menjadi dua sosok pertama yang mengisi jabatan tertinggi di lembaga tersebut.
Berbeda dari Donny Ermawan yang berlatar militer, Yos Sunitiyoso dikenal sebagai akademisi dengan rekam jejak riset dan pengalaman internasional yang panjang. Ia menyandang gelar guru besar di SBM ITB sebelum dipercaya mengisi posisi Wakil Gubernur URI. Berikut profil lengkap perjalanan akademik dan kariernya.
Profil Yos Sunitiyoso
Yos menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Taruna Nusantara angkatan keempat (TN4) pada 1996. Ia melanjutkan pendidikan sarjana di Teknik Industri Institut Teknologi Bandung (ITB) dan lulus pada 2000. Yos kemudian menempuh S2 di Nagaoka University of Technology, Jepang, dan meraih gelar Magister Teknik pada 2004.
Pendidikan doktoralnya diselesaikan di University of the West of England (UWE) Bristol, Inggris, dengan gelar Doktor yang diperoleh pada 2007. Selepas itu, ia bekerja sebagai peneliti pascadoktoral di Transportation Research Group, University of Southampton, Inggris, pada Februari 2008 hingga Desember 2009. Pada 2018, ia juga tercatat sebagai Fulbright-Ristekdikti Visiting Scholar di University of Washington, Seattle, Amerika Serikat.
Sekembalinya ke Indonesia, Yos bergabung dengan SBM ITB pada Januari 2010, mengawali karier sebagai pengajar sebelum naik jenjang menjadi Assistant Professor pada 2011. Ia lalu dipercaya menjabat Direktur MBA ITB Jakarta selama hampir 11 tahun, dari Maret 2010 hingga Desember 2020. Pada periode yang beririsan, ia turut memimpin Kelompok Keahlian Pengambilan Keputusan dan Negosiasi Strategis SBM ITB sejak September 2020 hingga Januari 2023.
Kariernya terus menanjak menjadi Associate Professor sejak 2018 hingga September 2024, sebelum dikukuhkan sebagai Guru Besar SBM ITB pada 2025. Ia juga sempat menjabat Chair of MBA ITB Jakarta Campus dari Januari 2023 hingga Februari 2025. Sejak Februari 2025, Yos merangkap jabatan sebagai Direktur Hilirisasi dan Kemitraan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Di luar ITB, Yos aktif di organisasi Intelligent Transport Systems (ITS) Indonesia, menjabat Wakil Presiden Riset, Pelatihan, dan Pengembangan pada 2021-2023. Ia kini menjabat Wakil Presiden Riset dan Hubungan Akademis ITS Indonesia sejak 2024. Sepanjang kariernya, Yos telah menghasilkan lebih dari 50 publikasi ilmiah terindeks Scopus di bidang transportasi, energi, dan pengambilan keputusan sistemik.
Atas kontribusinya, ITB menganugerahi sejumlah penghargaan kepada Yos, masing-masing untuk kategori pengajaran pada 2016 dan pengembangan kelembagaan pada 2017, serta riset dan inovasi pada 2024. Rekam jejak akademik dan riset selama lebih dari 15 tahun di SBM ITB inilah yang disebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah. Yos pun resmi ditunjuk mengisi posisi Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia mendampingi Donny Ermawan. (NAD)