JAKARTA, AFU.ID — Kekalahan Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 tak hanya mengubur ambisi Albiceleste mempertahankan gelar juara dunia, tetapi juga memicu kericuhan di atas lapangan. Sesaat setelah Spanyol memastikan kemenangan 1-0 lewat babak perpanjangan waktu, bentrokan antarpemain pecah di tengah perayaan La Roja. Gelandang Argentina, Leandro Paredes, menjadi salah satu sosok yang paling disorot.
Keributan bermula ketika Paredes terlibat adu fisik dengan bek Spanyol, Eric Garcia. Gelandang berusia 32 tahun itu terlihat mencekik dan mendorong leher Garcia hingga memancing reaksi para pemain Spanyol yang tengah merayakan keberhasilan mereka. Situasi semakin memanas ketika Nahuel Molina disebut melayangkan pukulan ke arah kapten Spanyol, Rodri, sementara Paredes kembali mendorong Gavi hingga terjatuh. Bentrokan akhirnya mereda setelah pelatih Lionel Scaloni bersama jajaran staf Argentina turun tangan melerai kedua kubu.
Profil Leandro Paredes
Insiden tersebut kembali membawa nama Leandro Paredes ke pusat perhatian. Pemilik nama lengkap Leandro Daniel Paredes itu lahir di San Justo, Buenos Aires, Argentina, pada 29 Juni 1994. Saat ini ia memperkuat Boca Juniors, klub yang juga menjadi tempatnya mengawali karier profesional sebelum merantau ke Eropa dan berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik yang dimiliki Argentina saat ini.
Beroperasi sebagai gelandang bertahan, Paredes dikenal bukan karena produktivitas gol, melainkan kemampuannya mengendalikan ritme pertandingan. Akurasi umpannya yang tinggi membuatnya kerap menjadi titik awal pembangunan serangan Argentina dari lini belakang. Ia juga memiliki visi bermain yang baik, piawai membaca arah serangan lawan, dan disiplin menjaga keseimbangan lini tengah. Karakter tersebut membuat Paredes menjadi salah satu pemain yang cukup lama dipercaya Lionel Scaloni mengisi sektor sentral Albiceleste.
Karier profesional Paredes dimulai bersama Boca Juniors pada 2010 sebelum menarik perhatian klub-klub Eropa. Ia sempat menjalani masa peminjaman di Chievo dan AS Roma, lalu dipermanenkan Roma sebelum kembali dipinjamkan ke Empoli. Performa impresifnya membawanya hijrah ke Zenit Saint Petersburg, kemudian direkrut Paris Saint-Germain pada 2019. Setelah sempat memperkuat Juventus dengan status pinjaman dan kembali bermain untuk AS Roma, Paredes akhirnya pulang ke Boca Juniors pada 2025. Bersama Timnas Argentina, ia menjadi bagian dari skuad juara Copa América 2021 dan Piala Dunia 2022, serta kembali dipercaya tampil pada Piala Dunia 2026.
Empat Kontroversi Leandro Paredes
Di balik kualitasnya sebagai salah satu gelandang terbaik Argentina dalam satu dekade terakhir, Paredes juga beberapa kali menjadi sorotan karena insiden di dalam maupun luar lapangan. Berikut empat kontroversi yang paling menyita perhatian publik sepanjang kariernya.
1. Menendang bola ke bangku cadangan Belanda di Piala Dunia 2022
Kontroversi terbesar Paredes terjadi pada perempat final Piala Dunia 2022 melawan Belanda. Setelah melakukan pelanggaran terhadap Nathan Aké, ia menendang bola keras ke arah bangku cadangan Belanda hingga memicu keributan massal. Kapten Belanda Virgil van Dijk bahkan langsung menubruk Paredes sebagai bentuk protes. Aksi tersebut membuat wasit Mateu Lahoz mengganjarnya dengan kartu kuning, sementara pertandingan dikenang sebagai salah satu laga paling panas di turnamen itu.
2. Dituding sengaja mencari kartu merah saat membela Zenit
Pada 2018, ketika masih berseragam Zenit Saint Petersburg, Paredes sempat dituding sengaja menerima kartu merah saat menghadapi Akhmat Grozny. Rumor itu muncul karena ia disebut ingin pulang lebih cepat ke Argentina untuk menyaksikan laga Superclásico antara Boca Juniors dan River Plate. Paredes membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan kartu merah yang diterimanya murni bagian dari pertandingan, bukan tindakan yang disengaja.
3. Terseret isu perjudian ilegal di Italia
Nama Paredes kembali mencuat pada 2025 setelah disebut dalam penyelidikan dugaan perjudian online ilegal di Italia bersama sejumlah pemain Serie A lainnya. Namun, gelandang Argentina itu langsung memberikan klarifikasi melalui media sosial dengan menegaskan tidak pernah melakukan taruhan, baik secara legal maupun ilegal. Hingga kini, tidak ada bukti yang menunjukkan keterlibatan langsung Paredes dalam aktivitas perjudian tersebut.
4. Pernah "perang dingin" dengan Lionel Messi
Paredes juga pernah mengungkap hubungannya dengan Lionel Messi sempat merenggang. Insiden itu bermula saat PSG menghadapi Barcelona pada Liga Champions musim 2020/2021. Dalam laga tersebut, Paredes mengucapkan sesuatu kepada rekan setimnya, tetapi Messi menganggap perkataan itu ditujukan kepadanya. Meski telah berusaha menjelaskan, Paredes mengaku Messi tetap memilih diam selama beberapa bulan. Hubungan keduanya baru kembali membaik sebelum akhirnya menjadi tandem penting yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022. (RAI)