AFU.id

Profil PM Inggris Baru Andy Burnham, Rekam Jejak, dan Arah Kebijakan Politik Luar Negeri

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Andy Burnham resmi dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris pada 20 Juli 2026, menggantikan Keir Starmer, dan menjadi pemimpin ketujuh dalam satu dekade terakhir. Sebelumnya, Burnham dikenal sebagai Wali Kota Greater Manchester dengan fokus pada pembangunan transportasi publik dan perumahan. Dalam pidato pertamanya, ia menegaskan komitmennya untuk mengatasi isu biaya hidup, tunawisma, dan mengembangkan strategi pembangunan nasional, sambil tetap mendukung Ukraina dalam kebijakan luar negeri dan memperkuat desentralisasi kewenangan ke pemerintah daerah.

Profil PM Inggris Baru Andy Burnham, Rekam Jejak, dan Arah Kebijakan Politik Luar Negeri
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham. (FOTO AFUID)

Tantangan dan Agenda Politik

Burnham mengambil alih pemerintahan di tengah tantangan ekonomi dan politik Inggris yang penuh isu. Tingginya biaya hidup warga menjadi isu utama yang harus ia selesaikan di tengah kewajibannya menjaga pertumbuhan ekonomi. Dia juga berjanji akan melakukan perbaikan pada persoalan layanan publik, krisis perumahan dan menjaga stabilitas fiskal. Untuk kebijakan luar negeri, Burnham menegaskan komitmen Inggris untuk tetap mendukung Ukraina dan menjaga hubungan erat dengan sekutu-sekutu Barat.

Burnhan telah melakukan komunikasi awal dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Sebagai pemimpin baru Partai Buruh, dia juga menghadapi tantangan menyatukan berbagai faksi di internal partai sekaligus membendung meningkatnya dukungan terhadap partai populis Reform UK. Dalam pidato kemenangannya sebagai pemimpin Labour, ia menyebut pemerintahannya akan menjadi kesempatan terakhir bagi partai untuk membuktikan mampu membawa perubahan bagi masyarakat Inggris.

Salah satu janji yang paling disorot soal mengentaskan kemiskinan dan problem perumahan, adalah menghapus praktik tidur di jalan. Ia menilai persoalan tersebut harus menjadi prioritas nasional dan menunjuk Angela Rayner sebagai Menteri Perumahan untuk mempercepat pembangunan rumah dewan. Untuk urusan politik dalam negeri, Burnham ingin memperluas kewenangan pemerintah daerah, sejalan dengan kebijakan yang ia dorong selama menjadi Wali Kota Greater Manchester. Ia menilai pertumbuhan ekonomi Inggris tidak boleh hanya terpusat di London, tetapi juga harus menjangkau kota-kota lain.

Untuk menyelesaikan janji politiknya itu, Burnham menunjuk John Healey ditunjuk sebagai Menteri Keuangan (Chancellor), Ed Miliband menjadi Menteri Luar Negeri, Wes Streeting menjabat Menteri Pertahanan, Shabana Mahmood tetap memimpin Kementerian Dalam Negeri, Yvette Cooper menjadi Menteri Kesehatan, Jonathan Reynolds menjabat Menteri Bisnis, dan Angela Rayner kembali dipercaya sebagai Menteri Perumahan. (EER)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi