JAKARTA, AFU.ID — Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalami perbaikan tata kelola. Pasalnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) menargetkan wilayah itu menjadi pusat dalam mewujudkan swasembada garam nasional 2027.
Melansir website KKP RI, Sabtu (11/7/2026), sinergi bersama PT Garam terjalin melalui penandatanganan kesepakatan bersama tentang pengelolaan kawasan. Kedua belah pihak akan bersinergi untuk mengoperasikan, memanfaatkan, memelihara, serta mengembangkan demi pengelolaan secara profesional, produktif, dan berkelanjutan.
“Dengan dukungan pengalaman PT Garam sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara, red) pergaraman, kami optimistis K-SIGN dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan industri garam nasional. Sehingga, mampu mendukung percepatan swasembada garam nasional pada tahun 2027 nanti,” ungkap Direktur Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Kelautan KKP RI, Koswara.
Koswara menyampaikan, K-SIGN Rote Ndao tak hanya berfungsi sebagai pusat produksi garam nasional sebesar 2,6 juta ton per tahun. Akan tetapi, memberi nilai tambah ekonomi melalui keterlibatan pemerintah daerah, masyarakat, dan para pelaku usaha dalam pengembangan kawasan.
KKP RI bahkan mencanangkan, K-SIGN Rote Ndao dapat menyerap hingga 26 ribu tenaga kerja yang memprioritaskan masyarakat lokal. Hingga mendongkrak pendapatan warga setempat hingga 2,5 kali lipat dari upah minimum regional (UMR) daerah.
Menteri KP RI, Sakti Wahyu Trenggono pun menegaskan kawasan tersebut akan mengurangi ketergantungan impor garam nasional. Yang mana, kini berkisar di atas 2,5 juta ton per tahun dengan mayoritas untuk memenuhi kebutuhan pasokan industri pangan maupun kimia.
“Langkah ini sejalan dengan kebijakan kita yang menempatkan swasembada garam sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Kita berharap K-SIGN Rote Ndao menjadi model pengelolaan kawasan garam nasional yang terintegrasi dan mampu mempercepat terwujudnya swasembada garam,” tuturnya.
Sinergi antara KKP RI dan PT Garam pun mendorong K-SIGN Rote Ndao sebagai penggerak baru industri garam nasional. Pengelolaan kawasan yang terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan produksi dan kualitas garam dalam negeri, memperkuat ketahanan industri nasional, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat pesisir. (ADR)