Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
K-SIGN Rote Ndao Masuk Tahap II, Masyarakat Dukung Penguatan Industri Garam Nasional
Bagikan:
Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat · Reporter: Adriyan Adirizky R
(Foto: KKP RI)
JAKARTA, AFU.ID — K-SIGN atau Kawasan Sentra Industri Garam Nasional memasuki tahap kedua pembangunan di Desa Lakamola, Kecamatan Rote Timur, Nusa Tenggara Timur. Pengembangan kawasan tersebut menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan industri garam nasional, mengurangi ketergantungan impor, sekaligus membangun pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Program itu dirancang dengan konsep terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir agar mampu meningkatkan nilai tambah komoditas garam nasional.
Melansir website Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), Minggu (19/7/2026), pembangunan K-SIGN tahap kedua mendapat dukungan penuh dari masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, hingga pemilik lahan. Dukungan tersebut ditandai dengan pelaksanaan ibadah syukur yang dihadiri perwakilan KKP, Pemerintah Desa Lakamola, PT Nindya Karya sebagai pelaksana pembangunan, serta unsur masyarakat setempat. Keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi modal penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Selanjutnya, pengembangan kawasan industri garam di Rote Ndao diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat pesisir. Pemerintah menilai kolaborasi dengan masyarakat menjadi faktor utama agar pembangunan memberikan manfaat jangka panjang. “Bersyukur karena pembangunan sudah memasuki tahap selanjutnya, lahan yang kami punya bisa digunakan untuk pembangunan K-SIGN. Harapan kami, program ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Lakamola,” ungkap warga Desa Lakamola, Madri Baker Lenggu yang akrab disapa Papi Lenggu.
K-SIGN Ditargetkan Ciptakan Pusat Ekonomi Biru
Sementara itu, Kepala Desa Lakamola Sefnat Daniel Bolla menegaskan pemerintah desa bersama masyarakat berkomitmen mendukung pelaksanaan pembangunan agar berlangsung aman dan tertib. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan tidak ada hambatan dari masyarakat terhadap pelaksanaan program strategis nasional di wilayahnya. Selain itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Koswara, menilai keterlibatan masyarakat mencerminkan semangat gotong royong dalam pembangunan kawasan industri garam.
Koswara menyampaikan, pemerintah berharap kawasan tersebut mampu menghasilkan garam berkualitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat pesisir. “Kami ingin pembangunan ini tidak hanya menghasilkan garam berkualitas, tetapi juga menghadirkan nilai tambah ekonomi, membuka kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di Rote Ndao,” tuturnya.
Pembangunan K-SIGN akan dilaksanakan secara bertahap melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, dan mitra pelaksana. Apabila pengembangan kawasan berjalan sesuai target, program tersebut berpotensi memperkuat kemandirian industri garam nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan di wilayah pesisir Rote Ndao. (ADR)