JAKARTA, AFU.ID — Pembangunan tahap pertama proyek Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah rampung 100%.
Melansir website Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), pada Minggu (31/5/2026), proyek tersebut berdiri di atas lahan seluas 616 hektare.
K-SIGN Rote Ndao mengincar percepatan kemandirian garam domestik, sekaligus memangkas ketergantungan terhadap komoditas impor.
Kawasan tersebut memproyeksikan target swasembada garam nasional dapat terealisasi sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang.
Saat meninjau lokasi beberapa waktu lalu, Wakil Presiden (Wapres) RI, Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya percepatan fasilitas pendukung.
Hal tersebut agar industri segera beroperasi secara optimal demi memenuhi tingginya permintaan pasar domestik.
“Kebutuhan garam nasional mencapai lima juta ton dan kita belum mampu memenuhinya,” ungkap Wapres Gibran.
“Karena itu, Proyek K-SIGN Rote Ndao sangat penting untuk memenuhi kebutuhan garam dalam negeri, sejalan dengan mewujudkan swasembada pangan,” sambungnya.
“Kita ingin proyek ini segera berfungsi, menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya bagi warga lokal, meningkatkan kesejahteraan, serta memberikan multiplier effect yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Wapres Gibran lagi.
Kehadiran Proyek K-SIGN menjadi sangat vital, mengingat pasokan dalam negeri kini masih mengandalkan jalur impor.
Melalui integrasi kawasan modern tersebut, Pemerintah RI optimistis mampu memperkuat ketahanan pangan dan menyerap tenaga kerja lokal secara masif.
Prioritas penyerapan buruh setempat bertujuan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Rote Ndao dan wilayah sekitarnya.
Langkah taktis penuntasan megaproyek tersebut juga berjalan selaras dengan kebijakan Menteri KKP RI, Sakti Wahyu Trenggono.
Ia menyampaikan, kementeriannya terus memperkuat basis produksi dalam negeri yang berkelanjutan guna melahirkan industri garam modern, terintegrasi, dan memiliki daya saing tinggi di pasar global.
“Kami berkomitmen untuk memperkuat swasembada garam nasional, melalui pengembangan produksi dalam negeri yang berkelanjutan,” tutur Menteri Trenggono. (ADR)