JAKARTA, AFU.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) menargetkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) turun pada tahun 2030 mendatang.
Melansir website KKP RI pada Minggu (17/5/2026), targetnya adalah turun 31,89% secara mandiri dan 43,2% dengan dukungan internasional.
Target tersebut pun tertuang dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).
Oleh karenanya, KKP RI mengebut tata kelola karbon laut dan pesisir agar berfungsi sebagai instrumen mitigasi perubahan iklim yang tangguh.
Di antaranya melalui penguatan kebijakan dan berbagai instrumen pendukung, seperti penyusunan peta jalan karbon biru, pengembangan sistem Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), serta pelaksanaan proyek percontohan di sejumlah wilayah pesisir.
Harapannya, langkah tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target iklim nasional, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir.
KKP RI pun memastikan setiap aksi iklim berbasis laut terlaksana berdasarkan data, sains, serta mengedepankan prinsip keberlanjutan.
Untuk itu, penguatan kapasitas teknis menjadi kunci dalam memastikan kualitas pelaporan karbon biru yang kredibel dan diakui secara internasional.
Sekretaris Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Kelautan KKP RI, Miftahul Huda, menyampaikan bahwa ekosistem pesisir seperti mangrove dan lamun memiliki potensi besar dalam menyerap dan menyimpan karbon.
Miftahul Huda lantas menyatakan, kementeriannya menjadikan ekosistem pesisir sebagai solusi strategis dalam mitigasi perubahan iklim.
“Laut bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang kehidupan dan ruang masa depan yang harus kita kelola secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Sementara itu, Sakti Wahyu Trenggono selaku Menteri KKP RI menegaskan komitmen untuk terus memperkuat tata kelola sumber daya laut melalui pendekatan berbasis sains, kolaborasi, dan inovasi teknologi.
“Ini sejalan dengan kebijakan mendorong penguatan ekonomi biru, peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, dan percepatan pencapaian target iklim nasional,” tuturnya. (ADR)