JAKARTA, AFU.ID — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (2/7/2026). Lukashenko tiba di Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.23 WIB dengan pengawalan pasukan motoris dan berkuda. Kedatangannya disambut langsung oleh Prabowo sebelum kedua kepala negara mengikuti upacara penyambutan kenegaraan.
Usai upacara penyambutan, kedua kepala negara melakukan sesi foto bersama dan penandatanganan buku tamu negara sebelum melanjutkan pertemuan empat mata di ruang kerja Presiden. Agenda kemudian diteruskan dengan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi kedua negara dan diakhiri dengan penyampaian pernyataan pers bersama.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, mengatakan kunjungan Lukashenko merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo berkunjung ke Belarus pada pertengahan Juli lalu. Menurutnya, pertemuan ini menandai babak baru hubungan Indonesia dan Belarus, terlebih Belarus telah meratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA).
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga meluncurkan Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030 sebagai panduan penguatan kerja sama di berbagai sektor. Sugiono menyebut fokus utama kolaborasi diarahkan pada ketahanan pangan dan ketahanan energi, termasuk kerja sama penyediaan bahan baku pupuk dan komoditas pertanian yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo.
"Kepentingan kita yang utama, yakni di sektor ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan," kata Sugiono. Ia menyebut kunjungan ini merupakan kunjungan kedua Presiden Lukashenko ke Indonesia setelah lawatan pertamanya pada 2013. Pemerintah Indonesia berharap kunjungan balasan ini semakin mempererat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan, investasi, dam pemenuhan kebutuhan sumber daya strategis Indonesia-belarus.
Pada penyambutan ini, delegasi Indonesia yang mendampingi Prabowo antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (RAI)