JAKARTA, AFU.ID — Indonesia dan Jepang sepakat memperkuat kerja sama pertahanan, termasuk menjajaki pertukaran informasi maritim serta mempercepat pembahasan terkait kemungkinan transfer kapal perusak Jepang ke Indonesia. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dengan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Indonesia, Jumat (12/6/2026).
Posisi Indonesia yang berada di jalur pelayaran strategis dunia dinilai berperan besar dalam menjaga keamanan perairan regional. "Peningkatan kemampuan penangkalan maritim Indonesia juga akan berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas Jepang serta kawasan yang lebih luas," demikian pandangan yang disampaikan Koizumi dalam pertemuan tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo disebut sejalan dengan pentingnya mempererat kerja sama keamanan maritim antara kedua negara. Ia juga berharap kolaborasi di bidang peralatan pertahanan dapat menghasilkan langkah konkret dalam waktu dekat.
Salah satu agenda yang mulai dibahas adalah kemungkinan ekspor kapal perusak kelas Asagiri milik Jepang ke Indonesia. Sebelumnya, pada pekan lalu, pejabat pertahanan kedua negara telah menyepakati dimulainya pembicaraan tingkat kerja terkait peluang transfer kapal perang tersebut.
Kapal perusak kelas Asagiri merupakan salah satu armada Pasukan Bela Diri Maritim Jepang yang mampu membawa helikopter dan dilengkapi rudal antikapal selam. Kapal pertama dalam kelas ini mulai beroperasi pada 1988. Selain bertemu Presiden Prabowo, Koizumi juga menggelar pertemuan terpisah dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam pertemuan itu, kedua pihak sepakat mendorong kemitraan pertahanan yang lebih komprehensif melalui pembahasan lanjutan mengenai transfer alat utama sistem senjata (alutsista). "Kerja sama tersebut mencakup pelatihan, pemeliharaan, dan operasi peralatan pertahanan," demikian keterangan Kementerian Pertahanan Jepang.
Kerja sama itu tidak hanya berfokus pada pengadaan alutsista, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan dukungan operasional untuk memperkuat kemampuan pertahanan kedua negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Jepang mempererat hubungan strategis dengan negara-negara Asia Tenggara di tengah meningkatnya dinamika keamanan kawasan.
Bagi Indonesia, kerja sama ini dinilai dapat memperluas akses terhadap teknologi dan sistem pertahanan maritim, sekaligus memperkuat kemampuan menjaga wilayah perairan nasional yang sangat luas. Dengan dimulainya pembahasan teknis terkait transfer kapal perusak dan kerja sama pertahanan lainnya, hubungan pertahanan Indonesia dan Jepang diperkirakan akan memasuki fase yang lebih erat dalam beberapa tahun mendatang. (ANT/RAI)