AFU.ID — Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan memperkuat kemitraan strategis di sektor energi melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait industri jasa instalasi lepas pantai (offshore plant service industry).
Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Samudra dan Perikanan Korea Selatan Hwang Jongwoo di Seoul, Rabu, 1 April 2026.
MoU ini kemudian dipertukarkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dalam pertemuan bilateral di Blue House.
Kerja sama mencakup pengembangan teknologi instalasi lepas pantai, pembongkaran (decommissioning) anjungan minyak dan gas pasca-operasi, hingga pemanfaatan kembali (reutilization) fasilitas tersebut. Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kolaborasi sektor publik dan swasta serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di industri migas.
“MoU ini ditargetkan dapat memperkuat sinergi Indonesia dan Korea dalam pengembangan industri jasa instalasi di perairan, termasuk transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM,” ujar Airlangga.
Kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi pelaku industri energi nasional, termasuk Pertamina dan sektor swasta, untuk terlibat dalam implementasi proyek.
Salah satu poin strategis adalah pemanfaatan kembali anjungan lepas pantai menjadi infrastruktur energi masa depan. Fasilitas tersebut berpotensi dikembangkan menjadi terminal penerima LNG (LNG Receiving Terminal) serta lokasi penerapan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS).
Langkah ini dinilai penting dalam mendorong transisi energi sekaligus memaksimalkan aset migas yang sudah tidak beroperasi.
MoU ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua negara. Meski tidak mengikat secara hukum internasional, kesepakatan ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat posisi kedua negara di sektor energi global.
“Kerja sama ini mencerminkan komitmen kedua negara dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri energi global,” tutup Airlangga. (ndi)