AFU.id

202 Titik Kekeringan di Indonesia Tertangani, Ketahanan Pangan jadi Prioritas Selama Musim Kemarau

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Pemerintah Indonesia telah menangani 202 dari 294 titik kekeringan yang terjadi selama musim kemarau 2026, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan air untuk sektor pertanian dan permukiman. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI telah mengimplementasikan berbagai upaya, seperti pemompaan air, normalisasi saluran irigasi, dan kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mencari potensi air bawah tanah, guna menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, operasi modifikasi cuaca juga dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan air bagi irigasi, sehingga diharapkan produktivitas petani tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan kekeringan.

202 Titik Kekeringan di Indonesia Tertangani, Ketahanan Pangan jadi Prioritas Selama Musim Kemarau
Ilustrasi kekeringan di Indonesia. (Foto: Magnific/standret)

Kekeringan di Indonesia Diantisipasi Lewat Mitigasi Air

Selain sektor pertanian, Kementerian PU RI mempercepat penanganan kekeringan di kawasan permukiman melalui pendistribusian bantuan air bersih menggunakan truk tangki. Dari 114 lokasi terdampak, sebanyak 42 telah selesai tertangani dan 72 lainnya masih dalam proses penanganan. Langkah itu agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau 2026 berlangsung.

Kementerian PU RI turut bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta II, serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Mereka berkolaborasi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Bendungan Jatiluhur, Kamis (30/7/2026) lalu. Strategi itu bertujuan menjaga ketersediaan tampungan air bagi kebutuhan irigasi dan menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya pada musim kemarau.

Dody Hanggodo menyatakan, keberlanjutan irigasi menjadi faktor penting dalam menjaga produksi pangan nasional di tengah kekeringan. “Operasi Modifikasi Cuaca adalah salah satu cara kita memastikan bahwa air tetap mengalir ke sawah-sawah petani. Terutama, para petani yang berada di sekitar Bendungan Jatiluhur,” tutur Menteri PU RI ini.

Berbagai langkah mitigasi tersebut menunjukkan penanganan kekeringan di Indonesia tak hanya berorientasi pada respons darurat, melainkan penguatan ketahanan air nasional. Optimalisasi teknologi, infrastruktur irigasi, dan penyediaan air bersih menjadi faktor penting menekan dampak musim kemarau terhadap masyarakat dan sektor pertanian. Konsistensi kebijakan itu akan menentukan kemampuan Indonesia menjaga stabilitas pangan di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi