JAKARTA, AFU.ID — Operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani membuat rekam jejak politik hingga harta kekayaannya menjadi sorotan publik. Kepala daerah yang baru memasuki periode kedua kepemimpinannya itu tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp9,1 miliar berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru.
Etik ditangkap KPK pada Kamis (9/7/2026) dan menjalani pemeriksaan sekitar delapan jam di Mapolresta Solo sebelum diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Operasi senyap tersebut diawali dengan penangkapan seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial R yang menjabat kepala dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Profil Etik Suryani
Etik Suryani lahir di Solo pada 15 Maret 1963 dan menghabiskan masa sekolahnya di wilayah Solo Raya. Ia menempuh pendidikan di SMPN 9 Solo, SMAN 1 Kartasura, kemudian meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Surakarta pada 2010 dan Magister Manajemen dari STIE AUB Surakarta pada 2018. Sebelum terjun ke dunia politik, Etik berkarier di sektor perbankan hingga dipercaya menjadi kepala cabang bank. Namanya mulai dikenal luas saat mendampingi suaminya, Wardoyo Wijaya, yang menjabat Bupati Sukoharjo selama dua periode pada 2010–2015 dan 2016–2021.
Saat menjabat Ketua TP PKK dan Bunda PAUD Sukoharjo, Etik menerima sejumlah penghargaan nasional, antara lain:
Manggala Karya Kencana dari BKKBN (2015).
Anugerah PAUD Tingkat Nasional (2017).
Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI (2019) atas kontribusinya dalam program kependudukan dan keluarga berencana.
Karier politik Etik dimulai pada Pilkada Sukoharjo 2020 saat maju bersama Agus Santosa yang diusung PDI Perjuangan. Pasangan tersebut menang dengan raihan 266.500 suara atau 53,34 persen. Pada Pilkada 2024, Etik kembali maju berpasangan dengan politikus Partai Gerindra Eko Sapto Purnomo. Menghadapi kotak kosong, pasangan itu memperoleh 319.923 suara atau 66,76 persen suara sah sehingga kembali memimpin Sukoharjo untuk periode 2025–2030 sebelum dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Harta Kekayaan Etik Suryani
Berdasarkan LHKPN yang disampaikan pada 27 Maret 2026 untuk periode pelaporan tahun 2025, total kekayaan Etik Suryani mencapai Rp9.119.012.976. Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai Rp4.893.000.000, yang terdiri atas enam bidang properti di Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri, yakni:
Tanah 358 meter persegi di Wonogiri senilai Rp278 juta.
Tanah 264 meter persegi di Sukoharjo senilai Rp1,406 miliar.
Tanah dan bangunan seluas 264/150 meter persegi di Sukoharjo senilai Rp990 juta.
Tanah 6.095 meter persegi di Wonogiri senilai Rp999 juta.
Tanah 2.598 meter persegi di Sukoharjo senilai Rp855 juta.
Tanah 209 meter persegi di Sukoharjo senilai Rp365 juta.
Etik juga melaporkan kepemilikan tiga kendaraan dengan nilai total Rp475 juta, yakni Toyota Minibus tahun 1980 senilai Rp98 juta, Toyota Minibus tahun 1977 senilai Rp125 juta, serta Toyota Vellfire 2.4 A/T tahun 2010 senilai Rp252 juta. Selain aset properti dan kendaraan, LHKPN mencatat harta bergerak lainnya sebesar Rp2.778.000.000 dan kas dan setara kas senilai Rp973.012.976. Data tersebut merupakan laporan kekayaan terakhir yang disampaikan Etik sebelum dirinya terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Juli 2026. (RAI)