Nikmati fitur lengkap distribusi bias, newsletter, pemberitahuan berita
Profil Anom Widiyantoro: Bupati Pemalang yang Terjaring OTT KPK, Punya Harta Rp21,3 Miliar
Bagikan:
Penulis: Raihan Immaduddin
Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro. (Instagram/@prokompimnews_pemalang)
JAKARTA,AFU.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Selasa (28/7/2026). Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya operasi senyap tersebut, namun hingga kini KPK belum mengungkap perkara yang menjadi dasar penindakan maupun pihak-pihak yang turut diamankan. Fitroh menyatakan penjelasan lebih rinci akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal selesai dilakukan.
Anom Widiyantoro adalah Bupati Pemalang periode 2025-2030 yang terpilih bersama Wakil Bupati Nurkholes pada Pilkada 2024. Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai profesional yang menghabiskan sebagian besar kariernya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA. Latar belakang tersebut membuat namanya cukup dikenal di dunia korporasi sebelum akhirnya memimpin Kabupaten Pemalang.
Profil Anom Widiyantoro
Anom Widiyantoro lahir di Cimahi, Jawa Barat, pada 20 Maret 1970. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB Undip) dan lulus pada 1996, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Manajemen di Universitas Padjadjaran yang diselesaikan pada 2005. Setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, Anom resmi menjabat sebagai Bupati Pemalang untuk masa jabatan 2025-2030.
Karier profesional Anom dimulai di PT Wijaya Karya (Persero) Tbk pada 1996. Selama hampir 25 tahun, ia menduduki berbagai posisi mulai dari staf ahli, internal auditor, kepala seksi, manajer keuangan dan personalia, manajer keuangan dan operasi departemen luar negeri, hingga dipercaya menjadi general manager. Kariernya kemudian berlanjut sebagai Direktur PT Wijaya Karya Realty. Pada periode 2021-2024, Karier Anon berlanjut di anak usaha WIKA, PT Hotel Indonesia Property. Di sana, Ia menjabat Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko.
Saat memutuskan maju dalam Pilkada Pemalang 2024, Anom mengundurkan diri dari jabatannya di WIKA. Ia berpasangan dengan Nurkholes yang merupakan pensiunan aparatur sipil negara (ASN) dan memperoleh dukungan dari Partai Golkar, PSI, Partai Gelora, Partai Perindo, Partai Hanura, dan Partai Buruh. Pasangan tersebut memenangkan Pilkada Pemalang 2024 dengan raihan 278.043 suara atau 44,51 persen dari total suara sah.
Selama menjabat sebagai kepala daerah, Anom sempat menggulirkan sejumlah program pembangunan, termasuk percepatan penanganan tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Pemalang. Pemerintah daerah saat itu menargetkan penemuan dan penanganan sekitar 23 ribu kasus TBC sepanjang 2025 sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan masyarakat. Hingga akhirnya, pada 28 Juli 2026, namanya menjadi perhatian publik setelah terjaring operasi tangkap tangan KPK.
Harta Kekayaan Anom Widiyantoro
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik tahun 2025 yang disampaikan pada 26 Maret 2026, Anom Widiyantoro melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp21.315.743.177. Nilai tersebut berasal dari total aset sebesar Rp22,56 miliar yang dikurangi utang senilai Rp1,24 miliar. (RAI)