JAKARTA, AFU.ID – Nama Pengiran Raabi'atul Adawiyyah kembali menjadi perhatian setelah Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah mencabut gelar kerajaan yang disandangnya. Raabi'atul merupakan istri Pangeran Abdul Malik, putra kedua Sultan Hassanal Bolkiah. Gelar “Yang Amat Mulia Pengiran Anak Isteri” yang diberikan kepadanya setelah menikah dengan Pangeran Abdul Malik dicabut berdasarkan titah Sultan dan berlaku efektif setelah diumumkan pada 8 Agustus 2026.
Kantor Kepala Protokol Kerajaan Brunei tidak menjelaskan secara rinci alasan pencabutan gelar tersebut. Namun, media lokal Brunei melaporkan keputusan itu berkaitan dengan perilaku Raabi'atul yang dinilai tidak pantas bagi seorang istri anggota keluarga kerajaan serta dianggap mencoreng nama baik Kesultanan Brunei. Raabi'atul lahir di Brunei pada 27 Oktober 1992. Ia merupakan anak kedua dari sepuluh bersaudara, dari pasangan Pengiran Haji Bolkiah bin Pengiran Haji Jaluddin dan Pengiran Hajah Noor'aismah binti Pengiran Haji Ismail. Kedua orang tuanya disebut berasal dari keluarga bangsawan Brunei.
Ia menjalani pendidikan dasar di Sekolah Al-Falaah dan Sekolah Rendah Rimba I, kemudian melanjutkan pendidikan menengah di Sekolah Menengah Menglait dan Sekolah Menengah Rimba. Pada 2006, Raabi'atul dipercaya menjadi ketua pengawas atau prefek ketika bersekolah di Sekolah Agama Pengiran Anak Puteri Hafizah Sururul Bolkiah. Ia menyelesaikan Penilaian Sekolah Rendah pada 2005, Sijil Sekolah-Sekolah Rendah Agama pada 2008, serta GCE O Level pada 2010.
Sejak masih bersekolah, Raabi'atul juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan, terutama kompetisi pembacaan Al-Qur'an. Pada 2005, ia mewakili sekolahnya dalam kompetisi yang digelar di Masjid Jame' 'Asr Hassanil Bolkiah. Tiga tahun kemudian, ia mewakili Sekolah Menengah Menglait dalam kompetisi nasional Dikir Dabai'ie. Pada 2013, namanya semakin dikenal setelah memenangkan kategori Pembacaan Al-Qur'an Terbaik dalam kontes Miss World Muslimah di Indonesia.
Selain bidang keagamaan, Raabi'atul memiliki latar belakang teknologi informasi. Pada 2012, ia memperoleh sejumlah sertifikasi teknologi informasi dan komunikasi, termasuk Internet and Computing Core Certification, Microsoft Office Specialist, serta sertifikat terakreditasi Adobe. Sebelum masuk ke lingkungan keluarga kerajaan, Raabi'atul sempat bekerja di sektor teknologi. Pada 2012, ia bekerja di BAG Networks sebagai analis data sistem. Setahun kemudian, ia bekerja di HAD Technologies sebagai instruktur teknologi informasi.
Kehidupannya berubah setelah Istana Brunei mengumumkan pertunangannya dengan Pangeran Abdul Malik pada 11 Januari 2015. Pernikahan keduanya digelar dalam rangkaian upacara kerajaan selama sepuluh hari, mulai 5 hingga 16 April 2015. Salah satu rangkaian penting berlangsung pada 8 April 2015 melalui Majlis Istiadat Berbedak Pengantin Diraja di Istana Nurul Iman. Sehari kemudian, Abdul Malik dan Raabi'atul melangsungkan Majlis Istiadat Akad Nikah Diraja di Masjid Omar Ali Saifuddien.
Pasangan tersebut kemudian menjalani Majlis Bersanding Pengantin Diraja pada 12 April 2015. Rangkaian pernikahan dilanjutkan dengan jamuan kerajaan atau Majlis Persantapan Diraja di Istana Nurul Iman. Pernikahan tersebut dihadiri sejumlah bangsawan dan kepala negara dari kawasan Asia Tenggara. Di antaranya Sultan Ahmad Shah dari Pahang, Sultan Mizan Zainal Abidin dari Terengganu, Sultan Ibrahim Ismail dari Johor, Tuanku Muhriz dari Negeri Sembilan, Sultan Nazrin Shah dari Perak, Sultan Sharafuddin Idris Shah dari Selangor, serta sejumlah tokoh kerajaan Malaysia dan Arab Saudi.
Dari pernikahannya dengan Pangeran Abdul Malik, Raabi'atul memiliki empat putri. Anak pertama, Muthee'ah Raayatul Bolqiah, lahir pada 2 Maret 2016. Anak kedua, Fathiyyah Rafaahul Bolqiah, lahir 10 Maret 2018. Putri ketiga, Khaalishah Mishbaahul Bolqiah, lahir 5 Januari 2020. Sementara putri keempat, Nabeelah Najmul Bolqiah, lahir pada 9 April 2025. Keempat anak tersebut menyandang sapaan kehormatan Yang Amat Mulia dan gelar Pengiran Anak. Pencabutan gelar tidak secara otomatis berarti perkawinannya dengan Pangeran Abdul Malik berakhir. Hingga 10 Agustus 2026, tidak ada pengumuman resmi mengenai perceraian keduanya. (EER)