AFU.id

Pakta Pertahanan Makkah: NATO Versi Islam di Tengah Badai Hormuz

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan menandatangani Pakta Pertahanan Bersama Makkah pada 7 Agustus 2026, yang menetapkan bahwa serangan terhadap salah satu negara anggota akan dianggap sebagai serangan terhadap ketiganya, mirip dengan Pasal 5 NATO. Perjanjian ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan tidak ditujukan terhadap Iran atau negara tertentu, meskipun muncul di tengah ketegangan regional yang meningkat, termasuk ancaman dari kelompok Houthi. Sementara Iran bersikap skeptis terhadap pakta ini, negara-negara seperti Turki berharap dapat memperluas keanggotaan, termasuk kemungkinan bergabungnya Mesir, untuk menciptakan struktur pertahanan yang lebih kuat di kawasan.

Pakta Pertahanan Makkah: NATO Versi Islam di Tengah Badai Hormuz
Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan, Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman dan Perdana Menteri Pakistan Sehbaz Syarif menandatangai Pakta Pertahanan Makkah, Jumat (7/9/2026). (Foto Istimewa)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi