AFU.id

Motivasi Menurun, Awak Kapal USS Abraham Lincoln Saling Bunuh

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Sejumlah tentara Amerika Serikat yang bertugas di kapal induk USS Abraham Lincoln terlibat insiden saling bunuh yang mengakibatkan tujuh personel tewas, dipicu oleh motivasi dan moral yang menurun akibat lamanya penugasan di Laut Arab tanpa kejelasan waktu pulang. Media Iran melaporkan bahwa ketidakpuasan di antara awak kapal meningkat setelah penugasan mereka diperpanjang, yang menyebabkan aksi protes dan bentrokan fisik yang melibatkan senjata tajam. Komando Pusat AS belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa berdarah ini, sementara para keluarga tentara juga menyatakan protes keras terhadap keputusan pemerintah AS.

Motivasi Menurun, Awak Kapal USS Abraham Lincoln Saling Bunuh
Sejumlah pesawat tempur AS berbaris di USS Abraham Lincoln. (Foto: Ist)

USS Abraham Lincoln Bukan yang Pertama

Melansir Wana, media Iran lainnya, ketidakpuasan di antara awak kapal USS Abraham Lincoln meningkat pascapenugasan awal selama tujuh bulan diperpanjang. Oleh karenanya, kapal induk berbobot sekitar 99.790 ton itu tetap berada di Laut Arab untuk waktu yang lebih lama. Para keluarga awak kapal bahkan melayangkan protes keras kepada Pemerintah AS atas keputusan itu.

Salah seorang penasihat Jenderal Brad Cooper (Komandan CENTCOM) dilaporkan sampai harus datang langsung ke kapal induk tersebut untuk meredam amarah para tentaranya. Namun, Ia justru mendapat penentangan keras berupa cemooh dan lemparan botol tatkala berpidato di hadapan para awak kapal. “Konfrontasi verbal kemudian berubah menjadi fisik, dengan pisau dan senjata tajam lainnya memperparah kekerasan,” tulis Wana.

Rupanya, insiden USS Abraham Lincoln bukan yang pertama menghiasi kisah perang AS-Israel vs Iran. Pada 12 Maret 2026, USS Gerald R Ford dilaporkan mengalami kebakaran di area akomodasi. Sekitar 200 dari 600 awak kapal induk bertenaga nuklir terbesar dan tercanggih milik Negeri Paman Sam itu terluka.

Setelah personel yang terluka diangkut ke fasilitas angkatan laut AS di Pulau Kreta, Yunani, USS Gerald R Ford terpaksa menjalani perbaikan di kampung halamannya. Alhasil, USS Abraham Lincoln mengambil alih misi di Laut Arab yang membuat para awak kapal semakin tertekan. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi