JAKARTA, AFU.ID - Amerika Serikat mengalihkan kapal induk USS George Washington dari kawasan Pasifik menuju Timur Tengah untuk menggantikan USS Abraham Lincoln yang telah menjalani penugasan panjang dalam perang melawan Iran. Pergeseran itu terjadi di tengah laporan masalah pasokan, kondisi awak, serta tekanan logistik yang dihadapi Abraham Lincoln setelah lebih dari 260 hari menjalani penugasan. Langkah tersebut berpotensi membuat kawasan Pasifik barat untuk sementara tidak memiliki kapal induk AS yang ditempatkan di wilayah itu.
USS Abraham Lincoln meninggalkan pangkalannya di San Diego pada November 2025 dan kemudian diarahkan ke Timur Tengah pada Januari 2026 menjelang pecahnya perang AS-Iran pada akhir Februari. Kapal yang membawa sekitar 5.000 pelaut dan marinir itu telah menjalani lebih dari 200 hari tanpa kunjungan pelabuhan, mencatat salah satu masa operasi tanpa henti terpanjang bagi kapal induk Angkatan Laut AS pada era modern. Masa penugasannya yang semula dijadwalkan berakhir pada Mei kemudian diperpanjang untuk mendukung operasi militer terhadap Iran.
Tekanan terhadap operasi kapal meningkat setelah pertempuran mengganggu pusat-pusat logistik tradisional militer AS di kawasan Teluk. Angkatan Laut AS mengakui konflik menciptakan lingkungan operasi yang membuat sejumlah pusat pasokan di Timur Tengah terganggu, hingga prioritas distribusi diberikan terlebih dahulu untuk makanan, perlengkapan kebersihan, kemudian surat dan paket bagi awak. Iran selama perang juga beberapa kali menyerang fasilitas militer Amerika di Bahrain, termasuk fasilitas Armada Kelima yang memiliki fungsi komando, logistik, bahan bakar dan perlengkapan militer.
The New York Times melaporkan pangkalan AS di Bahrain sebelumnya menjadi salah satu pusat operasi logistik untuk mendukung armada dalam perang Iran. Setelah fasilitas tersebut mendapat serangan, sebagian operasi pasokan dialihkan menuju pangkalan Inggris-AS di Diego Garcia di Samudra Hindia yang berjarak ribuan kilometer dari gugus tempur kapal induk di Teluk Oman. Perubahan jalur itu membuat distribusi kebutuhan menuju armada menjadi lebih panjang di tengah operasi tempur yang terus berlangsung.
Kondisi di atas kapal kemudian mendapat perhatian anggota parlemen setelah muncul laporan mengenai kekurangan kebutuhan dasar, gangguan distribusi surat, masalah saluran air hingga dugaan kontaminasi air. Senator Richard Blumenthal dari Komite Angkatan Bersenjata Senat meminta Departemen Pertahanan dan Angkatan Laut melakukan pemeriksaan terhadap kondisi awak serta dampak masa penugasan yang berkepanjangan terhadap kesiapan armada. Ia juga mempertanyakan kemampuan Angkatan Laut mempertahankan operasi jangka panjang tanpa mengorbankan kesejahteraan personel dan pemeliharaan kapal.
Pentagon membantah gambaran bahwa kondisi USS Abraham Lincoln telah memburuk secara drastis. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut laporan mengenai keadaan di kapal telah digambarkan secara keliru dan menegaskan militer tetap memberikan kebutuhan yang diperlukan awak selama penugasan. Angkatan Laut juga menyatakan awak saat ini memiliki akses terhadap air bersih dan makanan yang layak, meski mengakui gangguan akibat pertempuran sebelumnya sempat memengaruhi distribusi pasokan.
Kekhawatiran juga muncul terhadap kondisi psikologis awak setelah berbulan-bulan berada di laut tanpa kunjungan pelabuhan. Angkatan Laut mengonfirmasi seorang pelaut jatuh ke laut pada awal Agustus dan berhasil diselamatkan sebelum mendapat perawatan lanjutan, tetapi tidak menyatakan kejadian tersebut sebagai percobaan bunuh diri. Militer juga menyatakan belum menemukan peningkatan kasus keinginan atau percobaan bunuh diri di atas kapal, sementara data lebih rinci tidak dipublikasikan dengan alasan kerahasiaan medis dan keamanan operasi.
Presiden AS Donald Trump justru menepis anggapan penugasan Abraham Lincoln sudah berlangsung terlalu lama. Saat ditanya mengenai masa operasi kapal yang telah melampaui delapan bulan, Trump mengatakan durasi itu belum terlalu panjang dan memastikan kapal tersebut akan segera digantikan oleh kapal induk lain. “Not nearly long enough,” kata Trump, Jumat (14/8/2026), ketika ditanya apakah masa penugasan Abraham Lincoln sudah berlebihan.
Pengiriman USS George Washington untuk menggantikan Abraham Lincoln kini memperluas dampak operasi Iran terhadap penempatan armada Amerika di kawasan lain. George Washington sebelumnya menjadi kapal induk utama AS di kawasan Asia-Pasifik sebelum diarahkan menuju Timur Tengah, sementara keterbatasan jumlah kapal yang siap beroperasi membuat penggantinya tidak dapat langsung ditempatkan di Pasifik barat. Rotasi tersebut terjadi ketika Pentagon masih mempertahankan operasi laut terhadap Iran dan menyatakan blokade terhadap pelabuhan negara itu dapat diteruskan melalui pergantian kapal secara berkala. (RHU)