JAKARTA, AFU.ID — Kapal KM Batam Indah 9 tenggelam di kawasan Traffic Separation Scheme (TSS) Selat Malaka–Selat Singapura, Selasa (23/6/2026) pagi, tidak lama setelah bertolak dari Pelabuhan Sekupang, Batam menuju Singapura. Seluruh delapan awak kapal berhasil diselamatkan dan dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Kepala KSOP Khusus Batam, Takwim M Masuku, mengatakan proses evakuasi berlangsung cepat begitu laporan insiden diterima. “Seluruh awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Penyebab masih kami dalami,” ujarnya. Delapan awak kapal yang berhasil dievakuasi terdiri dari Adenan (47), Dedi Santoso (30), Zulkipli (55), Sumantri (55), Azwar (39), Murdin Siregar (50), Lukman (40), dan M. Pirnando (26).
KM Batam Indah 9 diketahui mengangkut muatan komponen elektronik saat berlayar menuju Singapura. Dalam perjalanan, kapal diduga mengalami kebocoran pada bagian buritan yang kemudian memicu masuknya air laut secara cepat hingga kapal kehilangan keseimbangan.
Kondisi tersebut membuat awak kapal sempat melakukan upaya penanganan darurat untuk menahan laju air. Namun, upaya itu tidak berhasil menghentikan laju kebocoran, sehingga kapal akhirnya tenggelam di jalur pelayaran internasional tersebut.
"Kami sempat berusaha menutup bagian yang bocor, tetapi air terus masuk. Tidak lama kemudian kondisi kapal makin miring dan akhirnya kami harus menyelamatkan diri masing-masing," kata salah satu awak kapal, Zulkipli.
Sebelum tenggelam sepenuhnya, para awak kapal sempat menyelamatkan diri dan kemudian dievakuasi oleh kapal MV JAL KALP yang melintas di lokasi kejadian. Proses pemindahan korban dilanjutkan ke LCT Ayu 68 untuk penanganan awal.
Selanjutnya, seluruh awak kapal dibawa ke Dermaga Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam untuk pemeriksaan kesehatan dan pendataan awal. Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh korban dalam kondisi sehat tanpa luka serius.
Unsur TNI AL dari Satuan Patroli Koarmada IV melalui KAL Mapor kemudian dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta pengamanan area kejadian. Kapal negara KN P-376 juga diterjunkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.
Selain itu, KSOP Khusus Batam berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, termasuk kapal bantuan dan masyarakat sekitar, guna memastikan proses evakuasi berjalan aman dan cepat. Pengawasan lalu lintas pelayaran di sekitar lokasi kejadian turut diperketat melalui Vessel Traffic Services (VTS) Batam. Peringatan navigasi juga disiarkan secara berkala melalui kanal VHF 16 untuk mengantisipasi risiko bagi kapal lain yang melintas.
Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya KM Batam Indah 9 masih dalam penyelidikan pihak berwenang. KSOP menegaskan fokus utama penanganan saat ini adalah memastikan keselamatan awak serta pengamanan lokasi kejadian. (ANT/RAI)