AFU.id

Kebutuhan Hunian Meningkat, Alokasi BSPS di Kabupaten Tangerang Paling Besar di Provinsi Banten

Bagikan:

Penulis: Adriyan Adirizky RahmatReporter: Adriyan Adirizky R

Ringkasan Berita

Kabupaten Tangerang menerima alokasi terbesar dari Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Banten, dengan 2.539 unit rumah didukung untuk memenuhi kebutuhan hunian layak masyarakat yang terus meningkat, di tengah backlog perumahan yang mencapai 246.345 unit. Pertemuan antara Menteri PKP RI, Maruarar Sirait, dan Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid, membahas upaya percepatan penyediaan rumah layak serta pemanfaatan lahan negara untuk pembangunan perumahan bersubsidi, dengan penekanan pada integrasi akses pembiayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meskipun langkah ini menunjukkan potensi pemecahan masalah RTLH, tantangan besar tetap ada, sehingga kolaborasi dan pengawasan yang efektif diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal.

Kebutuhan Hunian Meningkat, Alokasi BSPS di Kabupaten Tangerang Paling Besar di Provinsi Banten
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait membahas upaya percepatan pengentasan RTLH melalui BSPS TA 2026 bersama Bupati Tangerang, Mochamad Maesyal Rasyid di Kantor Kementerian PKP, Jakarta, Jumat (24/7/2026). (Foto: Kementerian PKP RI)

BSPS di Tangerang Didorong Bersamaan Pemanfaatan Lahan Negara

Selain BSPS, Kementerian PKP RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang membahas pemanfaatan hibah aset lahan negara seluas 36 hektare. Ara, sapaan akrab Maruarar Sirait, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Hukum (Kemenkum) RI untuk mengoptimalkan lahan sebagai cadangan strategis pembangunan kawasan perumahan bersubsidi. Ia berharap, pemanfaatan aset negara dapat mempercepat penyediaan hunian sekaligus membantu mengurangi backlog perumahan.

Di sisi lain, Menteri Ara menekankan penyediaan rumah harus terhubung dengan agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pendekatan itu mencakup peningkatan akses pembiayaan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pemanfaatan aset negara secara produktif. Dengan demikian, pembangunan hunian tak berhenti pada penyediaan bangunan, melainkan membentuk ekosistem perumahan yang lebih berkelanjutan.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi Pemerintah RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dalam menjalankan Program 3 Juta Rumah. Keduanya perlu memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan efektif agar alokasi bantuan, pembiayaan, dan lahan dapat saling mendukung. Besarnya backlog menunjukkan percepatan program harus beriringan dengan pengawasan terhadap ketepatan sasaran dan kualitas hasil pembangunan.

Dengan alokasi BSPS sebanyak 2.539 unit, Kabupaten Tangerang mempunyai peluang mempercepat penanganan RTLH bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Akan tetapi, skala kebutuhan yang mencapai 246.345 unit menunjukkan bantuan tahunan belum cukup menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Keberhasilan program pada akhirnya akan terlihat dari konsistensi kolaborasi, ketepatan sasaran, serta kemampuan pemerintah mengintegrasikan bantuan dengan pembiayaan dan ketersediaan lahan. (ADR)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi