AFU.id

Daftar Lokasi Kebakaran Hutan di Indonesia Sesuai Data BNPB, Bromo Paling Besar

Bagikan:

Penulis: Erik Erfinanto

Ringkasan Berita

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda berbagai wilayah di Indonesia selama musim kemarau, dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kejadian di Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kebakaran terbesar terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dengan luas yang terbakar mencapai 520 hektare, sehingga Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup akses wisata. BNPB mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah untuk mencegah karhutla lebih lanjut.

Daftar Lokasi Kebakaran Hutan di Indonesia Sesuai Data BNPB, Bromo Paling Besar
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa hingga Sulawesi. (Foto Istimewa)

Di Banyumas, karhutla membakar tiga hektare lahan di Desa Kasegeran, Kecamatan Cilongok, pada Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Api berhasil dipadamkan pada pukul 17.38 WIB oleh tim gabungan BPBD Banyumas, Koramil dan Polsek Cilongok, Polisi Hutan, pemerintah desa serta relawan. Karhutla dengan luasan paling besar dalam laporan BNPB terjadi di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Hingga pembaruan situasi pada Minggu (9/8/2026) pukul 23.30 WIB, total lahan yang terbakar mencapai 520 hektare.

Vegetasi yang terdampak meliputi cemara gunung, mentingen, akasia dan semak belukar. Titik api di kawasan Lembah Dingklik juga dilaporkan membesar. Akibat kondisi tersebut, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup sementara seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo sejak 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Karhutla juga terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kebakaran melanda kawasan Gunung Watangan, lahan Perhutani Petak 3G1, Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan. Sekitar 6,5 hektare lahan terbakar pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 20.07 WIB. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (9/8/2026) pukul 01.15 WIB setelah tim gabungan melakukan penanganan. "Selanjutnya dari Pulau Sulawesi, karhutla terjadi di wilayah Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Selatan," ujar Abdul.

Di Sulawesi Tengah, kebakaran terjadi di Pulau Bakalan, tepatnya di antara Desa Bakalan dan Desa Bulungkobit, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 11.50 WITA. Api membakar hutan dan semak belukar hingga meluas akibat angin kencang dan kondisi lahan yang kering. Penyebab sementara diduga berkaitan dengan cuaca panas. Luas lahan yang terbakar mencapai 72,4 hektare. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (9/8/2026).

Karhutla lainnya di Sulawesi Tengah terjadi di kawasan hutan Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una. Api menjalar hingga Gunung Batu Pongki dan membakar sekitar tiga hektare lahan. BPBD Tojo Una-Una bersama tim gabungan melakukan penanganan. Pada Minggu (9/8/2026), masih terlihat kepulan asap putih di sekitar titik api, meski situasi secara umum dilaporkan aman dan terkendali.

Di Sulawesi Selatan, kebakaran terjadi di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare. Tim Reaksi Cepat BPBD Tana Toraja bersama tim gabungan masih melakukan pemadaman di dua titik di wilayah Tallang Sura pada Minggu (9/8/2026).

Sementara itu, karhutla di Maluku Utara dilaporkan terjadi di Kabupaten Halmahera Timur pada Sabtu (8/8/2026). Kebakaran melanda sejumlah wilayah di tiga kecamatan. Lokasi tersebut meliputi Desa Toboino dan Tukur-tukur di Kecamatan Wasile Timur, Desa Ino Jaya di Kecamatan Wasile Selatan, serta Desa Cemara Jaya di Kecamatan Wasile. Total luas lahan yang terbakar mencapai 23 hektare. "BPBD Kabupaten Halmahera Timur melaksanakan penanganan bersama tim gabungan dengan menggunakan peralatan sederhana, membuat sekat bakar, dan mengerahkan water truck," kata Abdul.

Karhutla juga dilaporkan terjadi di Kota Sorong, Papua Barat Daya. Kebakaran terjadi di Gunung Malanu, Kelurahan Malanu, Distrik Sorong Utara, serta Kelurahan Rufei, Distrik Sorong Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 22.13 WIT. Luas lahan yang terbakar di masing-masing lokasi mencapai sekitar satu hektare.

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi kering selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. "Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan pastikan bara api telah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran," ujar Abdul. (EER)

Berita Terkait

Pilihan Redaksi