JAKARTA, AFU.ID – TikTok mengonfirmasi adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) yang berdampak pada sejumlah karyawan Tokopedia. Meski demikian, perusahaan belum merinci jumlah pekerja yang terdampak, divisi yang terkena pemangkasan, maupun bentuk dukungan dan kompensasi yang diberikan.
Juru Bicara TikTok menyampaikan bahwa perusahaan saat ini tengah melakukan penyesuaian organisasi, khususnya pada fungsi riset dan pengembangan atau research and development (R&D). Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
“Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan atau R&D pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami,” ujar Juru Bicara TikTok dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).
TikTok mengakui bahwa kebijakan tersebut berdampak pada sebagian karyawan. Namun, perusahaan belum menjelaskan waktu pelaksanaan PHK, jumlah pekerja yang terdampak, serta apakah penyesuaian hanya terjadi di tim R&D atau juga mencakup unit lain di Tokopedia. “Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini,” lanjutnya.
Sebelumnya, kabar PHK ramai beredar di media sosial. Sejumlah unggahan menyebut pemangkasan tenaga kerja dilakukan dalam skala besar, bahkan diklaim mencapai 90 persen karyawan Tokopedia. Namun, TikTok tidak membenarkan angka maupun klaim tersebut. Perusahaan juga belum memberikan penjelasan terkait hak-hak pekerja, termasuk pesangon, masa pemberitahuan, layanan pendampingan, maupun peluang penempatan kerja di unit lain.
Minimnya informasi membuat para karyawan yang terdampak masih menunggu kepastian mengenai masa kerja, kompensasi, serta kelanjutan karier mereka setelah proses penyesuaian organisasi berlangsung. Di tengah situasi tersebut, TikTok menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan Tokopedia sebagai platform e-commerce di Indonesia. Perusahaan menyatakan akan tetap berinvestasi guna meningkatkan layanan bagi pengguna dan penjual.
“Kami akan terus berinvestasi untuk menjadikan Tokopedia sebagai platform yang lebih baik bagi pengguna dan penjual kami,” kata Juru Bicara TikTok. Belum ada penjelasan lebih lanjut dari TikTok terkait jumlah pekerja yang terdampak, unit kerja yang mengalami pengurangan, serta skema dukungan yang diberikan kepada karyawan yang terkena PHK. (RHU)