Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Sebanyak 27 orang tewas dan 63 lainnya terluka setelah kebakaran melanda sebuah bar di kawasan Chatuchak, Bangkok, Thailand, Minggu (12/7/2026) malam. Sebanyak 22 korban masih menjalani perawatan intensif. Tragedi yang diduga dipicu korsleting listrik itu menjadi salah satu kebakaran pusat hiburan paling mematikan di Thailand dalam beberapa tahun terakhir.
Peristiwa itu terjadi di Rong Beer Na Lat Phrao, sebuah bar musik langsung yang populer di kalangan wisatawan maupun warga setempat. Tak lama setelah api berhasil dipadamkan, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul meninjau lokasi kejadian untuk memastikan proses penanganan korban dan penyelidikan penyebab kebakaran. Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun pemerintah, api diduga bermula dari saklar pemutus arus listrik sebelum dengan cepat membesar dan menyelimuti seluruh ruangan.
"Saya bertanya kepada seorang musisi yang berada di atas panggung saat kejadian. Dia mengatakan ada kebakaran di sakelar pemutus arus, lalu semuanya terjadi sangat cepat," kata Anutin. Kobaran api yang disertai asap pekat membuat para pengunjung panik dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, banyak di antaranya tidak sempat keluar karena akses menuju pintu telah dipenuhi api. Sejumlah korban akhirnya terjebak di area toilet, yang kemudian menjadi lokasi ditemukannya sebagian besar korban meninggal dunia. "Di situlah kami menemukan sebagian besar mayat," ujar Anutin.
Rekaman kamera tubuh petugas penyelamat memperlihatkan proses evakuasi para korban di dalam bangunan yang hangus terbakar. Video tersebut menunjukkan sejumlah korban tergeletak di dekat area toilet, sementara petugas membawa korban keluar menggunakan tandu. Di luar lokasi, seorang wisatawan asal Laos mengaku mendengar teriakan dari dalam bar dan merekam detik-detik pengunjung berlarian menyelamatkan diri, beberapa di antaranya dengan pakaian yang sudah terbakar.
Meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik, otoritas Thailand masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut. Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan penyebab kebakaran baru dapat dipastikan setelah tim forensik menyelesaikan pemeriksaan di lokasi kejadian. "Kita perlu menunggu penyidik forensik untuk memeriksa tempat kejadian lebih detail," katanya.
Tragedi ini tercatat sebagai salah satu kebakaran paling mematikan di kawasan pariwisata Thailand dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah korban jiwa bahkan melampaui insiden kebakaran pub pada 2022 yang menewaskan 14 orang. Sementara itu, kebakaran klub malam Santika di Bangkok pada malam pergantian tahun 2009 masih menjadi tragedi serupa paling mematikan di negara tersebut dengan korban mencapai 66 orang tewas dan lebih dari 200 orang luka-luka. (RAI)