JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 18 hektare terjadi dalam dua hari di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Di tengah upaya pemadaman yang masih berlangsung, tim Manggala Agni menemukan indikasi kuat kebakaran tersebut sengaja dipicu untuk membuka lahan perkebunan sawit.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan Kabupaten Ogan Ilir menjadi salah satu titik prioritas penanganan karena kebakaran terus terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, sebagian besar titik api muncul akibat aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan dengan cara membakar semak belukar.
Operasi pemadaman berlangsung sejak Senin (13/7/2026) di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya, setelah sekitar 15 hektare lahan semak belukar, purun, dan gelam terbakar dalam satu hamparan. Tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD Ogan Ilir, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan berjibaku memadamkan kobaran api. Namun hingga malam hari, mereka baru berhasil menguasai sekitar empat hektare karena medan yang sulit serta kondisi gelap yang membahayakan keselamatan personel.
Api kembali muncul di lokasi yang sama pada Selasa, sehingga proses pemadaman kembali dilakukan. Di sekitar titik kebakaran, tim menemukan area perkebunan sawit yang berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi kebakaran. Pada hari yang sama, tim juga berhasil mengendalikan kebakaran seluas sekitar tiga hektare di Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, yang diketahui berada di atas lahan milik perseorangan.
Ferdian mengatakan temuan di lapangan menguatkan dugaan kebakaran dipicu untuk membuka lahan perkebunan secara cepat. Api yang awalnya dinyalakan diduga kemudian merambat ke kawasan sekitar hingga sulit dikendalikan. "Kalau indikasi awal penyiapan kebun, di sekitar sudah jadi kebun sawit," kata Ferdian. Ia kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan maupun membakar sampah dengan cara dibakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menegaskan kepolisian akan menyelidiki setiap kasus karhutla yang terjadi di wilayah tersebut. Polisi akan menelusuri penyebab munculnya api dan menindak pelaku apabila ditemukan unsur kesengajaan. "Kami selidiki semua setiap karhutla yang terjadi untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api," ujar Nandang. (RAI)