Penulis: Fadhlan Robbani · Reporter: Fadhlan Robbani
JAKARTA, AFU.ID – Kebakaran hutan dan lahan seluas sekitar tujuh hektare terjadi di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Pada saat bersamaan, sebanyak 24 titik panas terdeteksi di sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan kebakaran terjadi di lahan gambut.
“Lokasi di Desa Pulau Serdang, Kecamatan Simpang Kanan, Rohil. Estimasi awal luasan sekitar tujuh hektare, jenis tanah gambut,” kata Ferdian dalam keterangannya, Sabtu (11/7/2026). Satu regu Manggala Agni dari Daerah Operasi Dumai diberangkatkan ke lokasi pada Jumat kemarin. Tim tiba pada sore hari untuk mengukur luas kebakaran dan memastikan akses menuju lokasi.
Petugas juga memantau batas kebakaran, mencari sumber air terdekat, serta menerbangkan pesawat nirawak untuk melihat kondisi lahan secara menyeluruh. Pemadaman awal telah dilakukan sejak kebakaran terdeteksi pada Kamis sore. Namun, hasil pengukuran menunjukkan diperlukan tambahan personel untuk menangani kebakaran tersebut.
“Hasil pengukuran menunjukkan kebutuhan tambahan pasukan. Tim di Daops Dumai yang sudah siaga akhirnya digerakkan juga,” ujar Ferdian. Selain pemadaman melalui jalur darat, Satuan Tugas Udara Provinsi Riau mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air atau water bombing. Proses pemadaman terkendala minimnya jaringan seluler di sekitar lokasi sehingga menyulitkan komunikasi antartim.
Lebih lanjut, berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, sebanyak 24 titik panas terdeteksi di wilayah Riau. Titik panas terbanyak berada di Kabupaten Siak dengan delapan titik. Rokan Hilir berada di urutan berikutnya dengan tujuh titik. Kabupaten Rokan Hulu, Kampar, dan Pelalawan masing-masing mencatat dua titik panas. Sementara satu titik panas masing-masing terdeteksi di Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, dan Kota Dumai. (FAD)