Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran lahan seluas sekitar 20 hektare melanda wilayah Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menduga kebakaran dipicu sisa pembakaran sampah yang kemudian merembet luas akibat cuaca kering dan angin kencang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kondisi cuaca yang kering turut mempercepat penyebaran api di lokasi kejadian. Kombinasi vegetasi yang mudah terbakar dan angin kencang membuat kobaran api cepat menjalar ke area yang lebih luas.
Kebakaran tersebut terjadi di dua desa, yakni Desa Eimau dan Desa Eilode, yang berada di wilayah Kecamatan Sabu Tengah. Hamparan lahan kering di kawasan itu menjadi area yang paling terdampak akibat peristiwa tersebut. Laporan yang diterima Pusat Pengendalian Operasi BNPB menyebutkan api mulai terdeteksi sejak Kamis (11/6/2026) siang.
Kobaran api sempat menimbulkan kekhawatiran warga karena berpotensi merembet ke kawasan permukiman. Menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sabu Raijua segera mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pemadaman dan mencegah api meluas ke area yang lebih berisiko.
Operasi pemadaman dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, instansi pemerintah daerah terkait, serta kelompok masyarakat peduli api yang berada di wilayah setempat. Tim di lapangan melakukan upaya lokalisasi titik api sekaligus memantau kemungkinan munculnya kebakaran susulan di sejumlah area yang masih rawan terdampak.
BNPB mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat musim kemarau mulai berlangsung di sejumlah daerah. "aktivitas pembakaran terbuka pada kondisi cuaca kering dapat meningkatkan risiko kebakaran lahan dan hutan, sehingga kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kejadian serupa terulang," kata Abdul Muhari, di Jakarta, Senin (15/6/2026). (ANT/RAI)