JAKARTA AFU.ID — Petugas gabungan masih berupaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak, Riau. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan pihaknya menurunkan tim daerah operasi IV/Pekanbaru untuk melaksanakan pemadaman di Kandis. Kondisi kebakaran sampai dengan Rabu (27/5) sore belum padam.
"Pemadaman darat dibantu dengan helikopter 'water bombing' satuan tugas udara. Estimasi Rabu sore sekitar 20 ha namun ini masih estimasi awal," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Kamis.
Dia mengatakan tim darat melaksanakan pemadaman dengan strategi penyekatan kepala api. Kendala kondisi saat ini yakni cuaca yang panas sekali di lapangan dan kondisi air tersedia yang mulai terus berkurang.
Sementara itu di wilayah Riau lainnya juga terjadi karhutla di Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir. Di sana Tim dari Daops III Labuhan Batu Selatan yang membantu pemadaman. Hal ini karena akses yang lebih dekat dari Sumatera Utara.
"Kondisi sampai sore kemarin masih berasap tipis, tim akan melanjutkan pemadaman pagi ini. Tim Manggala Agni menginap di rumah warga sekitar di dekat lokasi kebakaran supaya mempercepat respon pemadaman," ungkapnya.
Menurutnya Pasir Limau Kapas aksesnya agak jauh sehingga tim memutuskan menginap di rumah warga agar lebih dekat. Sebelumnya tim menginap di kantor desa setempat.
"Saat ini menumpang menginap di rumah warga terdekat. Yang terbakar kebun masyarakat dan tanahnya gambut Estimasi luasan awal untuk yang Pasir Limau Kapas 8 hektare," katanya.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut karhutla di Riau masih menjadi salah satu bencana yang menonjol secara nasional. Kondisi tersebut mendapat perhatian serius karena luas lahan yang terbakar terus bertambah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan hingga Rabu (20/5), total lahan yang terbakar di Riau mencapai 3.474,74 hektare. Menurut dia, besarnya luasan karhutla tersebut menunjukkan bahwa bencana di Riau tidak lagi berskala lokal, melainkan telah menjadi perhatian nasional. (ANT/RAI)