Penulis: Raihan Immaduddin
JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka akibat kepulan asap pekat yang terus meluas. Hingga Kamis (2/7/2026) malam, sebanyak 64 warga dari 33 kepala keluarga (KK) telah dievakuasi ke hunian sementara, sementara proses pemadaman masih berlangsung dari darat maupun udara.
Api yang mulai membakar timbunan sampah sejak Selasa itu belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Pemerintah Kabupaten Tangerang telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga 14 Juli 2026 untuk mempercepat penanganan kebakaran, melindungi warga terdampak, serta mengurangi dampak lingkungan akibat asap tebal.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea, mengatakan keselamatan warga menjadi prioritas selama proses penanganan kebakaran. Karena itu, puluhan warga yang terdampak asap dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. "Kami juga telah mengevakuasi 33 kepala keluarga yang terdiri dari 64 jiwa terdampak ke hunian sementara yang layak agar mereka dapat tinggal dengan aman dan nyaman," kata Maruli. Polisi juga mengimbau masyarakat tidak mendekati area TPA karena masih berisiko akibat panas, asap pekat, dan aktivitas pemadaman.
BNPB mencatat kebakaran telah menghanguskan sekitar tujuh hektare dari total area TPA seluas 33 hektare. Hingga saat ini, api masih menyala dan bahkan muncul dua titik api baru di sisi utara lokasi. Petugas juga menghadapi kendala karena titik api berada di atas tumpukan sampah yang labil sehingga sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing dari Bandara Pondok Cabe. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan operasi udara dan darat harus dilakukan secara bersamaan karena api belum sepenuhnya terkendali. “Upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah, kepolisian, pemadam kebakaran, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),’ tutup Abdul. (RAI)