JAKARTA, AFU.ID – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 154 warga mengalami gejala infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA yang diduga berkaitan dengan paparan asap kebakaran Tempat Pembuangan Akhir Jatiwaringin, Kecamatan Mauk. Mayoritas warga terdampak merupakan balita dan ibu hamil.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan pendataan dan pemeriksaan terhadap warga telah dilakukan sejak Selasa malam (30/6/2026). Satu ibu hamil dirujuk ke rumah sakit umum daerah untuk menjalani penanganan lebih lanjut. “Yang sudah kita periksa sejak Selasa malam lebih kurang 154 orang. Mayoritas itu penyakit ISPA,” kata Hendra di Tangerang, Rabu (1/7/2026).
Menurut Hendra, petugas kesehatan telah melakukan penanganan awal bagi warga yang mengalami iritasi saluran pernapasan. Dinas Kesehatan juga mengerahkan 25 tenaga medis dari puskesmas di Kecamatan Rajeg, Mauk, dan Sukadiri untuk memperluas layanan di kawasan yang diperkirakan terdampak asap. “Ada satu kasus yaitu ibu hamil kita rujuk ke RSUD untuk dilakukan penanganan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang membuka empat posko kesehatan dan satu pos siaga untuk melayani warga. Tiga posko berada di Kecamatan Rajeg, satu posko di Kecamatan Sukadiri, sedangkan pos siaga ditempatkan di area TPA Jatiwaringin, Mauk.
Dinas Kesehatan juga meminta seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan persebaran asap ke wilayah lain. Stok masker di puskesmas yang berpotensi terdampak akan ditambah sebagai langkah antisipasi.
Kebakaran di TPA Jatiwaringin hingga Rabu masih dalam penanganan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyebut proses pemadaman menghadapi kendala karena api membakar tumpukan sampah dan material mudah terbakar pada ketinggian tertentu.
Kondisi angin kencang dan cuaca panas disebut mempercepat penyebaran api ke sejumlah arah. Pemadaman dari darat dilakukan dengan mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran dari berbagai instansi untuk menahan perluasan titik api.
Kepala BNPB Suharyanto menginstruksikan pengerahan dua helikopter pengebom air untuk membantu pemadaman dari udara. BNPB juga membuka kemungkinan operasi modifikasi cuaca apabila situasi kebakaran memerlukan langkah tambahan. “Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca,” kata Suharyanto. (RHU)