JAKARTA, AFU.ID — Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, yang telah berlangsung lebih dari 24 jam belum juga berhasil dipadamkan. Api yang terus meluas hingga sekitar 15 hektare mendorong Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan sekaligus mengantisipasi dampak terhadap masyarakat.
Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pemerintah daerah mengevaluasi perkembangan kebakaran bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), dan instansi terkait. Menurutnya, status tanggap darurat diperlukan karena kebakaran telah berdampak pada kesehatan masyarakat dan berpotensi terus meluas. "Ini menjadi pertimbangan karena dampak pastinya ada asap. Asap ini terbawa oleh angin dan dekat sekali ke permukiman," ujar Maesyal, Rabu (1/7/2026).
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Selasa kemaren sekitar pukul 11.00 WIB. Titik api muncul dari sisi utara area penimbunan sampah sebelum dengan cepat membesar akibat cuaca panas dan embusan angin kencang. Tumpukan sampah yang didominasi material plastik dan bahan mudah terbakar membuat kobaran api terus menjalar ke berbagai sisi TPA.
Petugas sempat mengerahkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan api. Meski sempat dinyatakan terkendali pada Selasa malam, kobaran kembali membesar sehingga jumlah armada ditambah menjadi 10 unit dengan dukungan personel dari BPBD, Damkar, TNI, dan instansi lainnya.
Hingga Rabu malam, api masih terlihat di sejumlah titik disertai kepulan asap pekat yang membumbung tinggi dan mengganggu jarak pandang. Proses pemadaman terkendala karena titik api berada di tumpukan sampah yang tinggi dan sulit dijangkau kendaraan pemadam. Mobilitas petugas juga terhambat oleh sempitnya akses menuju lokasi serta aktivitas truk pengangkut sampah yang masih keluar masuk kawasan TPA.
Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, mengatakan banyaknya titik api menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Karena itu, petugas difokuskan untuk mencegah api terus meluas ke area lain. Untuk mempercepat pengendalian kebakaran, BNPB mengerahkan dua helikopter water bombing dari Jambi dan Palembang menuju Tangerang. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto juga menginstruksikan jajarannya melakukan asesmen di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. "Kita datangkan dua helikopter water bombing dan jika diperlukan lakukan operasi modifikasi cuaca," kata Suharyanto.
Selain upaya pemadaman, pemerintah juga mulai menangani dampak kebakaran terhadap warga sekitar. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tangerang, sebanyak 52 warga dari 30 kepala keluarga telah dievakuasi akibat terdampak asap pekat. Tim kesehatan disiagakan untuk menangani warga yang mengalami gangguan pernapasan, sementara masker dibagikan sebagai langkah mitigasi paparan asap. (RAI)